Peringati Sumpah Pemuda 2025, GEMA INTI Gelar MUNAS III dan Festival Merah Putih di Palembang
InhuaOnline – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2025, GEMA INTI (Generasi Muda Perhimpunan Indonesia Tionghoa) menggelar acara MUNAS (Musyawarah Nasional) III dan Festival Merah Putih (FMP) pada 24-26 Oktober di Palembang, Sumatera Selatan.
Kegiatan yang mengangkat tema “Gema Sumpah Pemuda di Bumi Sriwijaya, Kearifan Lokal Inspirasi Nasional” ini dihadiri puluhan pengurus pusat, pengurus daerah dan pengurus cabang GEMA INTI dari seluruh pelosok Indonesia.
MUNAS III GEMA INTI yang berlangsung pada Jum’at (24/10) malam dibuka langsung oleh Sekjen INTI Candra Jap yang hadir mewakili Ketua Umum Teddy Sugianto.
Dalam sambutannya, Candra secara khusus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua INTI Sumatera Selatan Alvin Kennedy dan Ketua GEMA INTI Sumatera Selatan Gandha Intan Saputra beserta jajaran pengurus yang telah menjadi tuan rumah sangat luar biasa.
“Atas nama Pengurus Pusat Perhimpunan INTI, saya juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Rendy Setiawan, Sekretaris Erfan Sutono dan segenap pengurus GEMA INTI masa bakti 2021-2025 atas pengabdiannya selama ini,” kata Candra.
Adapun beberapa keputusan penting dihasilkan dalam MUNAS III GEMA INTI malam itu, yaitu menerima Laporan Pertanggungjawaban pengurus GEMA INTI 2021-2025 yang dibacakan oleh Rendy Setiawan; menetapkan GEMA INTI Kepulauan Riau sebagai tuan rumah tahun 2026; mengajukan usulan kepada Perhimpunan INTI agar masa jabatan GEMA INTI menjadi 2 tahun; dan terakhir memilih Erfan Sutono sebagai Ketua GEMA INTI Pusat masa bakti 2025-2029.
Festival Merah Putih 2025
Keesokan harinya dalam acara Festival Merah Putih 2025, para peserta diajak berkeliling kota Palembang sehari penuh didampingi pengurus GEMA INTI dan INTI Sumatera Selatan.
Dimulai dari mengunjungi Monumen Perjuangan Rakyat Palembang untuk prosesi pembacaan teks Sumpah Pemuda. Setelah itu dilanjutkan dengan menyusuri Sungai Musi menggunakan ketek atau perahu tradisional nelayan menuju Pulau Kemaro.
Pulau Kemaro dikenal sebagai tempat wisata sejarah dan rekreasi, serta menjadi lokasi legenda cinta Siti Fatimah dan Tan Bun An. Daya tarik utamanya antara lain bangunan Pagoda 9 lantai, Klenteng Hok Tjing Rio, serta makam Tan Bun An dan Siti Fatimah.
Perjalanan dilanjutkan menuju Kampung Kapitan, yaitu sebuah kampung etnis Tionghoa pertama di Palembang di tepi Sungai Musi yang didirikan sejak masa Dinasti Ming atau sekitar abad ke-14.
Kampung ini pernah menjadi pusat perdagangan dan pemerintahan di masa kolonial Belanda dan dinamai “Kapitan” berdasarkan julukan pemimpin komunitas Tionghoa, Kapitan Tjoa Han Him.
Masih di tepi Sungai Musi, para peserta diajak makan siang di Rumah Ong Boen Tjiet, yaitu sebuah rumah tua milik saudagar kaya Palembang dari abad ke-17 yang memiliki perpaduan arsitektur unik Tionghoa dan Melayu Palembang.
Kemudian mengunjungi pusat kerajinan sekaligus belajar tenun Songket Palembang yang sudah dikenal mendunia keindahan warnanya.
Kegiatan ditutup dengan diskusi dan makan malam bersama Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang, S.H. di Riverside Restaurant pada Dermaga Point Benteng Kuto Besak Palembang.






