Pemkot Singkawang Laksanakan Giat Pemeriksaan Kesehatan Bagi Pemudik

0 14

InhuaOnline,Singkawang – Berakhir sudah kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi pemudik yang dilaksanakan selama satu Minggu, mulai 16-23 Mei 2020 di Kota Singkawang.
Dihari terakhir, Petugas gabungan yang melakukan cek point pemeriksaan kesehatan di Simpang Vit Singkawang Utara mendapati seorang pria yang mengantongi hasil rapid test reaktif virus corona, Sabtu 23 Mei 2020. Pria berusia 24 tahun itu, diketahui berinisial P, adalah warga Kabupaten Sambas.

Ia berusaha masuk ke wilayah Kota Singkawang dari arah Kecamatan Selakau. Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie menuturkan, Pemerintah Kota Singkawang melalui Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, sudah melaksanakan pemeriksaan kesehatan di 3 titik cek point pintu masuk Kota Singkawang, yang bertujuan mengantisipasi arus mudik lebaran mulai tanggal 16-23 Mei 2020. Adapun 3 titik cek point pemeriksaan kesehatan tersebut diantaranya pintu masuk perbatasan Kota Singkawang-Sambas dengan check point di Simpang Vit Jalan Ratu Sepudak, kemudian di chek point Singkawang-Bengkayang di Pasir Panjang Kecamatan Singkawang Selatan serta Singkawang Bengkayang diSingkawang Timur.

“Berdasarkan hasil kunjungan kami ke Pos Pengamanan di Simpang Vit Singkawang Utara tadi pagi, ditemukan ada satu warga asal Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas yang telah dilakukan cek suhu tubuh diatas 37,5 derajat celcius, dan berdasarkan rapid test, hasilnya dinyatakan Reaktif, kata Tjhai Chui Mie. Menyikapi hal tersebut, Tjhai Chui Mie bersama Tim dari Dinas Kesehatan Kota Singkawang secepatnya menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dan akhirnya dikirim ambulans untuk membawa warga tersebut kembali ke daerah asalnya.

Disampaikan Tjhai Chui Mie, meski warga tersebut dinyatakan reaktif berdasarkan rapid test, hal itu bukan menjadi penentu utama bahwa mereka penderita Covid-19. Sebab, rapid test bukan diagnostik melainkan screening atau seleksi antara yang berpotensi atau yang tidak berpotensi terinfeksi karena adanya keluhan klinis, resiko terpapar dan sebagainya. Kita tetap meminta mereka isolasi mandiri, karena bisa jadi yang bersangkutan sebagai carier dan punya potensi menyebarkan covid-19 kemana-mana atau biasa disebut orang tanpa gejala (OTG), tukasnya.

Untuk rapid test sendiri meski bukan diagnostik, tetap sangat membantu dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. Pemeriksaan diagnostik untuk Covid19 adalah real time-PCR, melalui swab atau sampel cairan tenggorokan. Tjhai Chui Mie menyebutkan untuk operasional pelaksanaan, di 3 lokasi tersebut ditempatkan personil gabungan terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP,Dishub, BPBD dan tenaga medis.
“Tugasnya melakukan pemeriksaan kepada pengguna jalan raya atau transportasi yang melintas masuk ke wilayah Kota Singkawang,” katanya.

Setiap orang yang masuk ke Singkawang, akan diperiksa suhu badan atau thermo scan. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan suhu badan lebih dari 37,5 derajat celcius maka akan dilakukan pemeriksaan rapid test.
“Jika hasil rapid test reaktif dan yang bersangkutan warga Singkawang maka
diarahkan untuk dikarantina terpusat. Sementara yang bukan warga
Singkawang, namun rapid test reaktif maka diminta untuk kembali ke
daerahnya,” jelasnya.

Ia mengatakan lokasi karantina terpusat sudah siap untuk digunakan dan untuk operasionalnya akan ditempatkan personil gabungan, mulai dari tenaga medis, TNI, Polri, Satpol PP dab BPBD yang bertugas mengawasi warga yang menjalani
karantina selama 24 jam. Tjhai Chui Mie menambahkan, pemeriksaan kesehatan akan terus dilakukan dalam mengantisipasi arus mudik lebaran di 3 titik pintu masuk Kota
Singkawang. Rapid test akan dilakukan kepada masyarakat yang suhu tubuh nya diatas 37,5
Derajat Celsius. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan penerapan Pengamanan kepada warga, guna memutus penyebaran virus Corona. Saya mengimbau seluruh warga Kota Singkawang, agar meningkatkan kewaspadaan dan patuhi anjuran pemerintah tentang physical distancing serta anjuran kesehatan lainnya. Semoga dengan segala usaha dan kegiatan yang dilaksanakan ini, kita bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota
Singkawang. Mari kita bergandengan tangan dan bersama-sama lawan Covid-19,pungkasnya. (Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.