Jakarta – Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk Freidrich Paulus menegaskan bahwa Indonesia konsisten menerapkan sistem politik luar negeri bebas aktif.
Penerapan sistem tersebut menurut Lodewijk merupakan langkah tepat untuk memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi perubahan perubahan geopolitik, geoekonomi, dan teknologi global.
Hal tersebut dikatakan Lodewijk saat memberikan kuliah umum kepada peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) P4N LXIX dan P3N XXVII Tahun Anggaran 2026 di Lemhannas RI, Jakarta, Selasa.
Menurut Lodewijk, Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan langkah kebijakan politik luar negeri yang strategis dan adaptif.
Dengan kebijakan tersebut, Indonesia dapat dengan mudah membangun kerja sama dengan negara lain demi kepentingan keamanan nasional.
Tidak hanya menguntungkan dari sisi keamanan saja, Lodewijk menilai kebijakan yang tepat dapat membuat Indonesia mudah bekerja sama di bidang perekonomian dengan negara-negara lain.
Seluruh keuntungan tersebut hanya dapat dimiliki dengan cara menganut sistem politik bebas aktif yang menuntut Indonesia harus membangun hubungan diplomasi baik di panggung internasional.
“Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo, seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini mencerminkan orientasi diplomasi Indonesia yang mengedepankan kerja sama dan stabilitas kawasan,” kata Lodewijk dalam kuliah umumnya.
Lodewijk melanjutkan, arah dan tujuan geopolitik Indonesia telah tertuang secara jelas dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, yang menjadi landasan dalam setiap perumusan kebijakan strategis nasional, termasuk dalam bidang politik dan keamanan.
Di akhir pemberian materi kuliah, Lodewijk mengajak para peserta didik Lemhannas selaku calon pemimpin nasional untuk mengambil peran aktif dalam memperkuat ketahanan nasional.
“Kami di Kemenko Polkam menantikan kontribusi para abituren untuk bersama-sama menginisiasi solusi dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menyelesaikan berbagai persoalan strategis bangsa,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, beberapa pejabat tinggi pun hadir diantaranya Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily, Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Irjen Pol. Desman Sujaya Tarigan, Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Marsda TNI Eko Dono Indarto dan jajaran pejabat tinggi Lemhannas RI lainnya.
(Antara)