Pemerintah Larang Gadget Ilegal, Saham Perusahaan Produsen Ponsel Menguat

0 9

Saham pengecer ponsel Indonesia menguat setelah pemerintah mengumumkan rencana untuk memperkenalkan langkah pada Agustus untuk mengekang distribusi handset ilegal.

Pemerintah akan mengeluarkan peraturan pada 17 Agustus ini yang akan memungkinkan regulator melacak dan menonaktifkan handset yang belum dijual oleh distributor lokal, Menteri Komunikasi Rudiantara mengatakan melalui telepon pada hari Rabu. Pemerintah akan menggunakan sistem identifikasi, registrasi dan pemblokiran perangkat, yang dikenal sebagai DIRBS, untuk membantu melacak Identitas Peralatan Seluler Internasional yang tidak valid, atau IMEI.

“Dengan adanya peraturan ini, telepon seluler ilegal yang akan datang tidak lagi dapat digunakan di Indonesia,” tulis analis RHB Michael Setjoadi dan Jessica Pratiwi dalam sebuah catatan penelitian. Langkah baru “akan segera memberantas ponsel pasar gelap, yang menyumbang sekitar 25% dari pasar.”

Langkah itu dimaksudkan untuk melindungi industri lokal dan investasi asing oleh pembuat handset seperti Samsung Electronics Co, menurut Janu Suryanto, direktur elektronik dan telematika di kementerian industri.

Saham PT Erajaya Swasembada menguat sebanyak 6,5% dan PT Sat Nusapersada melonjak 7,1%. PT Tiphone Mobile Indonesia naik 4,9%, mengungguli kenaikan 0,5% dalam Indeks Komposit Jakarta.

Leave A Reply

Your email address will not be published.