Pemberian BeaSiswa Pelajar Keluarga Pra-Sejahtera Putuskan Rantai Kemiskinan

0 40

Rantai kemiskinan yang masih ada di sejumlah kota di Indonesia, termasuk di Surabaya, harus segera diputuskan. Oleh karenanya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bergerak bersama Pemerintah Kota Surabaya dan sejumlah dunia usaha berdiskusi mengawali kerjasama membuat program beasiswa guna memutus rantai kemiskinan. Acara diskusi diadakan di Ruang Sidang Utama, Gedung Rektorat ITS.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan salah satu cara memotong garis kemiskinan dengan memberikan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. “Sehingga mereka nantinya bisa langsung mendapatkan pekerjaan dan dapat meningkatkan status sosial ekonomi keluarganya,” papar Wali Kota perempuan pertama Surabaya.

Namun, lanjut Risma, masih banyak stigma yang beredar dalam masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi membutuhkan biaya yang besar. Mengatasi hal itu, Risma mengaku mendatangi anak-anak yang sebenarnya secara akademik bagus tetapi tidak melanjutkan pendidikannya, dan ia pun membujuk mereka agar mau melanjutkan pendidikannya.

Risma juga menjelaskan, saat ini banyak sekali program dari Pemkot Surabaya yang telah berhasil memutus rantai kemiskinan. Selain melalui program beasiswa pendidikan, juga melakukan pembinaan start up atau kewirausahaan. “Bahkan saat ini, beberapa dari mereka omzetnya sudah mencapai puluhan juta rupiah,” ungkap perempuan yang juga alumnus ITS.

Risma mengatakan, sebenarnya kualitas kerja dari anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu sangat luar biasa. “Mereka rajin, loyal, dan dapat membantu keluarganya atau lingkungannya,” tutur Risma yang pernah dinobatkan sebagai Wali Kota Terbaik Ketiga Sedunia ini. 

Sementara itu, Rektor ITS Mochamad Ashari menegaskan bahwa ITS mendukung penuh program beasiswa dari Pemkot Surabaya untuk siswa kurang mampu agar bisa berkuliah di ITS. “Sebenarnya banyak sekali program di ITS yang bisa diikuti oleh mereka, mulai dari program vokasi atau sarjana terapan, sarjana, pelatihan atau sertifikasi, dan lain sebagainya,” ujar guru besar Teknik Elektro ini mengingatkan.

 

Selain dari pihak Pemkot Surabaya dan jajaran pimpinan ITS, diskusi juga mendatangkan beberapa perwakilan dari perusahaan yang ada di Kota Surabaya dan sekitarnya. Harapannya, perusahaan-perusahaan tersebut bisa menerima para lulusan program beasiswa dari Pemkot Surabaya sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. (AV)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.