Jakarta – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faisal Zaini mengatakan silahturahim virtual di tengah pandemi COVID-19 tidak mengurangi nilai dan esensi dari silahturahim, terutama saat peringatan Hari Raya Idul Fitri 2021.

“Ini sama sekali tidak mengurangi nilai dan esensi silaturahim. Sebab yang utama adalah menyambung rasa kasih sayang,” kata Helmy saat dihubungi di Jakarta, Rabu (5/5).

Helmy menuturkan dalam konteks menghadapi pandemi seperti saat ini, silaturahim dan halal bihalal bisa dilakukan melalui cara-cara yang sedapat mungkin meminimalisir kontak fisik, yakni bisa dilakukan secara virtual.

Menurut Helmy, silaturahim merupakan salah satu ajaran yang sangat dianjurkan oleh Islam. Silaturahim adalah salah satu media yang bisa digunakan untuk merekatkan kembali nilai-nilai persaudaraan. Silaturahim bisa dilakukan dengan banyak cara, yakni dalam jaringan, terutama dalam kondisi pandemi sekarang ini.

Helmy mengatakan mudik sebagai media silaturahim adalah sebuah tradisi yang baik, namun karena situasi pandemi, maka menghindar dari risiko penularan dengan tidak melakukan mudik adalah lebih utama.

Demi mencegah penularan COVID-19 dan lonjakan kasus COVID-19 usai Lebaran, maka pemerintah melarang mudik. Diharapkan masyarakat memahami kondisi tersebut demi melindungi diri dan masyarakat dari risiko penularan COVID-19.