Jakarta – Adanya pandemi COVID-19 telah mendorong para guru untuk belajar memaksimalkan teknologi agar proses pembelajaran jarak jauh tetap dapat berjalan maksimal.

Demikian disampaikan oleh Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (GTK Dikmensus) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Yaswardi, Kamis.

“Aktivitas di masa pandemi COVID-19, guru-guru yang selama ini belum familiar dengan IT, tapi merupakan suatu kebutuhan, membuat banyak teman guru yang belajar ingin memaksimalkan teknologi dalam rangka melaksanakan aktivitas pembelajaran,” ujar Yaswardi.

Yaswardi mengatakan adanya pandemi COVID-19 telah menyadarkan banyak pihak bahwa teknologi merupakan hal yang sangat penting dalam memfasilitasi terlaksananya pembelajaran, baik di rumah maupun di sekolah.

Dalam kondisi seperti saat ini, kata dia, teknologi memberikan dampak positif dalam mempercepat peningkatan proses belajar dan mengajar. Inovasi dan kreativitas pun meningkat, terutama di kalangan guru dan peserta didik.

“Kemajuan teknologi informasi dalam perkembangannya, dunia pendidikan harus mau mengadakan inovasi yang positif untuk kemajuan pendidikan,” kata dia.

Namun, di tengah semangat para guru untuk mempelajari teknologi, terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi, di antaranya keterbatasan perangkat dan koneksi internet, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

“Teknologi punya peran yang sangat tepat dalam rangka akselerasi percepatan peningkatan mutu, kemudian menciptakan pembelajaran yang sangat kreatif dan inovatif, dan ini sangat dibutuhkan sekali,” ujar Yaswardi.

“Tapi di satu sisi kita punya keterbatasan di perangkat IT-nya, baik itu guru maupun peserta didik. Di satu sisi kita juga punya keterbatasan di koneksi internet,” sambung dia.

Lebih lanjut Yaswardi mengatakan meski memiliki peranan besar dalam proses pembelajaran di tengah pandemi, keberadaan teknologi tetap tidak bisa mengantikan peran guru.

Dia mengatakan keberadaan guru memiliki pengaruh yang sangat signifikan, bukan hanya sebagai pengajar dan pendidik, tetapi juga sebagai motivator.

“Bagaimana guru memberi motivasi agar anak-anak benar-benar peduli dan ingin belajar. Oleh karena itu Kemendikbud Ristek dan Kementerian Agama mendorong terlaksananya pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ucap Yaswardi.