Nadiem Sowan Ke PBNU, Minta Maaf dan Akan Merevisi Total Buku Kamus Sejarah Indonesia

0 6

Jakarta –  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Anwar Makarim berkomitmen memperbaiki dan merevisi total Kamus Sejarah Indonesia Jilid 1 dan 2 yang penuh dengan kesalahan dan beberapa kejanggalan. Beberapa tokoh penting nasional justru tidak tercantum, seperti pendiri NU KH Hasyim Asy’ari dan presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Untuk keperluan tersebut, Mendikbud Nadiem akan membentuk tim perumus yang bertugas memperbaiki, merevisi, dan melengkapi tokoh-tokoh penting yang belum ada. Karena menurut dia, buku sejarah penting melibatkan panelis, sejarawan, dan organisasi masyarakat.

“Pesan saya kepada tim saya, mulai sekarang di masa saya, kesalahan ini tidak boleh terjadi lagi. Apalagi terkait informasi sejarah, itu harus ada panelnya, harus ada sejarawannya, organisasi masyarakat terlibat, dan lain-lain,” kata Nadiem. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan tugas kepada Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU KH Z. Arifin Junaidi untuk menjadi bagian dari tim perumus naskah Kamus Sejarah Indonesia.

Sebelumnya, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj menyarankan Kemendikbud menyusun ulang naskah kamus tersebut. PBNU siap mendampingi Kemendikbud dalam proses tersebut dengan tim sejarawan yang canggih.   Kepada Nadiem, Kiai Said juga menyampaikan slogan masyhur tentang cinta tanah air yang dicetuskan oleh Pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari yaitu hubbul wathan minal iman (cinta tanah air bagian dari iman).

“Jargon hubbul wathon minal iman Hadhratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada tahun 1914 melandasi umat Islam Indonesia ini dalam konteks tidak membentur-benturkan agama dan negara, bahwa agama dan negara ini bisa beriringan, sejalan tanpa harus dipertentangkan,” ujar Kiai Said saat berbincang dengan Nadiem Makarim di lantai 3 PBNU, Kamis (22/4).

Leave A Reply

Your email address will not be published.