Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyatakan stok beras nasional mencapai 28 juta ton yang mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat hingga sekitar 10 sampai 11 bulan ke depan.
“Totalnya (stok beras secara nasional) 28 juta ton,” kata Mentan Amran dalam jumpa pers usai Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di Gudang Perum Bulog diperkirakan mencapai sekitar 5 juta ton pada bulan ini sebagai bagian dari cadangan pangan pemerintah. Yang mana, hingga 7 April, stok CBP tercatat 4,6 juta ton.
Selain stok CBP di Gudang Bulog, terdapat pula cadangan beras di masyarakat, termasuk Horeka (hotel, restoran, kafe/katering) yang diperkirakan mencapai sekitar 12,5 juta ton secara nasional.
Sementara itu, tanaman padi yang belum dipanen atau “standing crop” diperkirakan setara dengan 11 juta ton, sehingga total keseluruhan potensi ketersediaan beras mencapai 28 juta ton.
Dengan kebutuhan konsumsi sekitar 2,6 juta ton per bulan, lanjut Mentan, total stok tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan nasional selama kurang lebih 10 hingga 11 bulan ke depan.
Mentan menambahkan bahwa meskipun terjadi El Nino, produksi beras diperkirakan tetap berjalan dengan rata-rata 2 juta ton per bulan selama periode tersebut berlangsung.
Menurut dia, kesiapan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengantisipasi potensi dampak kekeringan akibat fenomena El Nino termasuk gejolak geopolitik Timur Tengah.
Ia menambahkan Indonesia telah memiliki pengalaman menghadapi El Nino sebelumnya, seperti pada periode 2015 hingga 2016 serta tahun 2023 dan 2024, sehingga kesiapan saat ini jauh lebih baik.
Pemerintah juga telah memperkuat infrastruktur pertanian melalui pembangunan dan perbaikan sistem irigasi di berbagai daerah guna menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Selain itu, sebanyak sekitar 80 ribu unit pompa air telah disebarkan ke seluruh Indonesia sebagai langkah antisipatif dalam menghadapi potensi kekeringan akibat El Nino.
Upaya lainnya dilakukan melalui program optimalisasi lahan rawa atau Opla dengan cakupan sekitar 800 ribu hektare yang telah diperbaiki sistem irigasinya untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional.
Ia optimistis dengan berbagai kesiapan tersebut, ketahanan pangan nasional tetap terjaga, bahkan hingga menghadapi puncak panen berikutnya, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
(Antara)