Bontang – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa modernisasi pabrik amoniak di PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Bontang diproyeksikan mampu menurunkan harga pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK hingga 20 persen.
“Selain efisiensi harga, proyek ini menjamin tambahan volume pupuk bersubsidi sebanyak 700.000 ton,” ujar Amran saat meresmikan Proyek Revamping Pabrik Amoniak Kaltim-2 milik PKT di Bontang, Kamis.
Langkah ini, lanjut Amran disebut sebagai tonggak vital dalam revitalisasi industri pupuk nasional yang ditargetkan mampu memangkas harga sekaligus meningkatkan volume produksi secara signifikan.
Amran menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari peta jalan besar pemerintah untuk membangun tujuh pabrik pupuk baru, dengan lima di antaranya ditargetkan tuntas sebelum tahun 2029.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, turut memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, revitalisasi ini adalah transformasi menuju industri hijau yang berkelanjutan.
“Revamping ini memperkuat keunggulan kompetitif melalui penghematan gas alam. Konsumsi energi ditekan dan emisi karbon berkurang drastis hingga 110.000 ton CO2 ekuivalen per tahun. Ini adalah sinergi antara ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan,” tutur Siti Hediati.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menekankan nilai strategis pabrik yang pertama kali diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1984 ini. Ia mengibaratkan pabrik pupuk sebagai “dapur nasional” yang harus tetap modern.
“Revitalisasi ini bukan sekadar mengganti mesin tua, tapi memastikan keandalan pasokan. Kita harus berani berinvestasi untuk masa depan pangan yang mandiri,” ungkap pria yang akrab disapa Harum tersebut.
Sebagai produsen Urea dan NPK terbesar di Asia Tenggara, PKT diharapkan menjadi tulang punggung distribusi pupuk nasional.
Peresmian ini ditandai dengan penekanan sirene dan penandatanganan prasasti oleh Mentan Amran Sulaiman, didampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta jajaran direksi Danantara Asset Management dan Pupuk Indonesia.