Menristek: Perkuat Kesiapsiagaan Hidup di Negara Rawan Bencana

0 9
Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro mendorong penguatan kesiapsiagaan sebagai masyarakat Indonesia yang hidup di negara yang rawan bencana.“Kita tidak bisa mengandaikan kita menahan bencana atau lari dari bencana tapi bagaimana cara kita menghadapi bencana baik dengan disiplin protokol terhadap kebencanaan plus kemampuan teknologi kita,” kata Menristek Bambang dalam acara virtual Keterangan Publik: Risiko Tsunami di Selatan Jawa, di Jakarta, Rabu.

Menristek menuturkan wilayah Indonesia digolongkan sebagai sabuk api yang memang mempunyai potensi bencana baik kegempaan, gunung meletus, tsunami maupun hidrometeorologi, sehingga masyarakat harus memahami itu dan membangun kesiapsiagaan terhadap bencana.

Upaya mitigasi bencana juga dibangun dari pengetahuan yang komprehensif dan utuh. Oleh karenanya, berbagai hasil penelitian tentang potensi kebencanaan di Indonesia atau publikasi akademik ingin menciptakan atau memberikan pengetahuan yang sebesar-besarnya sehingga dengan pengetahuan yang lengkap, masyarakat tidak abai terhadap potensi bencana tetapi menjadi lebih waspada dan siap siaga.

“Kombinasi dari pengetahuan dan kesadaran inilah yang menurut saya bisa menjadi senjata kita untuk menghadapi bencana,” ujarnya.

Menristek Bambang menuturkan belum ada metodologi, model atau pendekatan untuk memprediksi gempa baik tentang kapan dan di mana gempa akan terjadi serta kedalaman dan kekuatan gempa tersebut.

Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) akan terus mendorong baik penelitian mengenai kebencanaan serta juga mengedepankan pendekatan teknologi untuk mitigasi bencana dan evakuasi.

Menristek Bambang menuturkan peran sentral Kemristek adalah membangun kapasitas sains dan teknologi kebencanaan melalui penyiapan sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana riset, serta penyelenggaraan riset bidang kebencanaan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.