Jakarta – Menteri Luar Negeri, Sugiono, menyatakan, pemerintah berupaya membuka dialog bersama para tokoh nasional, mantan diplomatik, serta pengamat hubungan internasional, terkait dengan arah kebijakan politik luar negeri.

Dalam pertemuan bersama mantan menteri luar negeri dan wakil menteri luar negeri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, Sugiono menyebut diskusi antara Presiden Prabowo dengan para tokoh tersebut bertujuan untuk menyamakan pemahaman mengenai arah kebijakan luar negeri.

Menurut dia, diskusi berlangsung secara terbuka dan dua arah. Para tokoh yang hadir juga menyampaikan pandangan, pemikiran, serta berbagai pertimbangan terkait dengan kebijakan luar negeri, termasuk keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.

“Intinya juga saya kira merupakan satu hal yang sebenarnya sudah koherent, sudah ada dalam pertimbangan dan pemikiran yang sama, sehingga diskusi yang terjadi menurut saya merupakan hal yang saling memperkuat,” jelas dia.

Ia menyebut perbedaan pandangan yang muncul dalam diskusi, bukan merupakan pro dan kontra. Ia menilai hal tersebut bagian dari proses penguatan kebijakan.

Ia mengibaratkan bahwa perbedaan sudut pandang tersebut seperti melihat kubus rubik dari berbagai sisi yang memiliki warna berbeda, namun tetap satu kesatuan.

Selain itu, pemerintah juga menyadari bahwa kebijakan luar negeri akan menghadapi berbagai tantangan ke depan. Namun, Indonesia akan tetap melangkah dengan berpegang pada prinsip utama, termasuk komitmen terhadap perdamaian dunia dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara.

“Kita jalan dengan berpatokan pada satu titik kompas. Saya berbicara mengenai konteks kemerdekaan Palestina bahwa kita ingin satu solusi di mana dua negara ini hidup berdampingan dalam kedamaian,” kata dia.

Ke depan, pemerintah berencana menjadikan forum diskusi dengan tokoh nasional sebagai agenda rutin guna memperkuat koordinasi dan menyerap berbagai masukan dalam penyusunan kebijakan luar negeri Indonesia.

 

(Antara)