Jakarta – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan dan TNI Tahun 2026 membahas ragam program kerja bidang pertahanan yang diselenggarakan melalui konferensi video di Gedung Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Senin.

Dalam siaran pers resmi Kementerian Pertahanan yang diterima di Jakarta, dijelaskan bahwa Rapim Kemhan dan TNI Tahun 2026 itu mengusung tema “Pengembangan Sistem Pertahanan Negara Menjaga dan Mengendalikan Kedaulatan NKRI”.

Dalam rapat tersebut, Sjafrie menekankan bahwa seluruh program pertahanan harus berlandaskan pada amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya kewajiban negara melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Selain itu, dalam rapat tersebut Sjafrie juga menjelaskan tentang strategi pertahanan defensif aktif, kebijakan penyelenggaraan pertahanan negara tahun 2025-2029, kebijakan sentralisasi, serta arah kebijakan pertahanan negara.

Seluruh poin-poin tersebut dibahas dengan detail demi memastikan program pertahanan yang dijalankan 2026 selaras dengan arah kebijakan negara.

Dengan adanya rapat tersebut, Sjafrie mengharapkan Kemhan dan TNI dapat selalu memperkuat profesionalisme dalam menjalankan tugas negara di bidang pertahanan.

Dengan demikian, Kemhan dan TNI dapat terus menjadi instrumen negara yang memberi teladan bagi kementerian dan lembaga lain, sekaligus menjadi kebanggaan nasional bagi bangsa Indonesia. (Anatara)