Mengenal Sosok Arvila Delitriana, Perancang Jembatan Lengkung LRT Jakarta yang Dipuji Presiden Jokowi hingga Raih Penghargaan MURI

0 54

inHuaOnline – Arvila Delitriana merupakan insinyur yang merancang Jembatan Lengkung Bentang Panjang (Long Span) untuk proyek Light Rapid Transit (LRT) di Kuningan, Jakarta Selatan.

Lewat tangan dinginnya, salah satu bagian tersulit dari konstruksi jalur LRT Jabodebek itu akhirnya dapat tersambung dan beroperasi.

Berkat kepiawaian dan kecerdasannya itu, Arvila Delitriana mendapatkan sanjungan dari Presiden Joko Widodo.

Melalui akun media sosial Twitter, Presiden Jokowi tampak memamerkan foto jembatan lengkung LRT sepanjang 149 meter di atas flyover Kuningan, Jakarta Selatan.

Ayah dari Gibran Rakabuming Raka ini lalu memberi selamat kepada Adhi Karya dan Arvila Delitriana.

Salah satu bagian tersulit konstruksi jalur LRT Jabodebek, pekerjaan jembatan bentang panjang yang melengkung 148 m di atas flyover Kuningan, Jaksel, sudah tersambung.”

“Selamat kepada Adhi Karya. Selamat juga untuk sang perancang, Ibu Arvila Delitriana, insinyur lulusan ITB, ” tulis Jokowi.

Mengutip Kompas.com, Sabtu (16/11/2019), jembatan karya Arvila Delitriana atau akrab disapa Bu Jem ini memiliki panjang 148 meter dengan radius lengkung 115 meter.

Jembatan sepanjang itu dibangun menggunakan material beton seberat 9.688,8 ton.

Karya Bu Jem itu pun sukses meraih dua penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai jembatan kereta boks beton dengan bentang terpanjang dan radius terkecil di Indonesia.

Kemudian satu laginya, dinobatkan sebagai jembatan dengan pembebanan axial static loding test pada pondasi bored pile dengan beban terbesar di Indonesia.

Proyek LRT ini nantinya akan memiliki 3 lintasan yang mencakup Cawang- Cibubur, Cawang-Dukuh Atas, dan Cawang- Bekasi.

Lantas seperti apakah sosok Arvila Delitriana? Mari mengenal lebih dekat dengan srikandi Indonesia satu ini.

Deretan Panjang Jembatan yang Dirancang Arvila

Arvilla Delitriana ternyata memiliki segudang prestasi. Arvila merupakan insinyur lulusan Institut Teknologi Bandung atau ITB.

Sebelum terlibat proyek Jembatan yang telah dirancangnya di antara lain adalah Jembatan Pedamaran 1 dan 2 di Riau, Jembatan Kereta Api Cirebon-Kriya, Jembatan Perawang di Riau, Jembatan Kali Kuto, Semarang, serta Jembatan Layang khusus Busway ruas Adam Malik di Jakarta.

Sebelum terlibat dalam proyek LRT, ia juga pernah beberapa merancang jembatan lain di Indonesia.

Jembatan yang telah dirancangnya di antara lain adalah Jembatan Pedamaran 1 dan 2 di Riau, Jembatan Kereta Api Cirebon-Kriya, Jembatan Perawang di Riau, Jembatan Kali Kuto, Semarang, serta Jembatan Layang khusus Busway ruas Adam Malik di Jakarta

Saat merancang jembatan lengkung LRT di atas Flyover Kuningan, Arvila sebenarnya harus bersaing dengan insinyur lain.Tak main-main, saingannya ternyata adalah seorang konsultan asal Prancis.

Namun akhirnya, BUMN konstruksi, PT Adhi Karya lebih memilih rancangan dari Arvila.

Direktur Utama PT Adhie Karya (Persero) TBK Budi Harto berpendapat rancangan milik Arvila yang paling memungkinkan dan efisien.

“Kami memilih (rancangan) srikandi asal Indonesia.”

“Beliau sudah mendesain banyak jembatan lengkung, ini pilihan paling memungkinkan dan efisien,” kata Budi.

Adapun rancangan yang dibuat konsultan Prancis itu adalah steelbox gifer dengan metode incremental launching, cable stayed, concentrate box gorder balanced contilever dengan kolom di tengah.Kendati demikian, menurut Budi, rancangan tersebut tak sesuai dengan kondisi lapangan.Akhirnya, rancangan yang dipilih pun adalah kepunyaan Arvila.

Dapat Apresiasi dari Para Menteri

Selain Jokowi, sejumlah Menteri di Kabinet Indonesia Maju itu memberitakan apresiasi kepada Arvila.

Di antaranya adalah Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Basuki dan Luhut, akan memberikan dana operasional menteri (DOM) mereka selamat satu bulan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.