Komunitas Fotografer UNIMAXX Explore dan Populerkan Tempat Bersejarah di Surabaya

0 2
InhuaOnline,Surabaya – Komunitas fotografer Surabaya yang tergabung dalam UNIMAXX Photo Community biasanya melakukan hunting pemotretan di berbagai daerah, namun sejak pandemi memilih explore tempat-tempat bersejarah di Surabaya.
Explore yang dilakukan UNIMAXX tak sekedar memotret tapi juga memviralkan agar masyarakat mengetahui dengan karya yang dipamerkan. Sangat disayangkan bila tempat bersejarah, sampai tidak diketahui padahal bisa menambah wawasan dan edukasi para pelajar.

Denny D’Colo Ketua UNIMAXX Photo Community mengatakan banyak tempat menarik di Surabaya yang bisa dijadikan obyek foto, salah satunya pabrik tahu tertua milik Go Loe Tjiauw yang berdiri tahun 1952, di kampung Dinoyo.
Dalam kegiatan hunting di pabrik tahu, Denny D’Colo membagi anggotanya. Saat ini tercatat anggota UNIMAXX aktif sebanyak 125 orang. Sedangkan member yang tergabung di Facebook UNIMAXX mencapai 400 orang lebih. “Memotret di pabrik tahu dibagi per lima fotografer. Minggu depan, lima orang lagi. Selain bisa konsentrasi memotret juga tidak mengganggu aktivitas pegawai yang sedang membuat tahu,” jelasnya.

Keberadaan pabrik tahu tertua di Surabaya diakui Denny D’Colo dan anggota UNIMAXX lainnya, sangatlah menarik, unik, karena masih mempertahankan bangunan dari awal berdiri hingga kini. “Pabrik tahu Dinoyo ini sangat istimewa untuk dijadikan obyek foto, karena baik peralatan maupun kondisi tempatnya tetap dipertahankan sediakala,” jelas Denny D’Colo.
Hal senada dikatakan Budi Darmawan fotografer profesional asal Surabaya yang menekuni dunia fotografi sejak 1969. Budi Darmawan mengaku pernah melakukan hunting foto ke beberapa pabrik tahu, salah satunya di Magelang, namun baru menemui pabrik tahu dengan proses pembuatan terbersih di Jalan Dinoyo Surabaya.

Budi Darmawan sangat setuju bila keberadaan pabrik tahu Dinoyo dijadikan obyek wisata kuliner edukatif. Namun harus ada pemandu atau tour leader yang mengajak wisatawan ke pabrik tahu tersebut. Terkait tempatnya yang masih asli, Budi Darmawan menyarankan seyogyanya tetap dipertahankan apa adanya, karena disitulah letak keunikan yang menjelaskan sejarahnya.
Anggota UNIMAXX yang mengikuti hunting di pabrik tahu dari berbagai genre fotografi. Seperti, Reza spesialis memotret food and
still life, Budi Darmawan ahli memotret human interest dan landscape, Budi Lim hampir semua genre foto disukainya, Djatinegoro terbiasa memotret pictorial, dan Revel ahli foto menggunakan drone.

Denny D’Colo mengatakan UNIMAXX anggotanya berbeda-beda genre tapi tetap satu tujuan. Denny D’Colo menginfokan UNIMAXX akan menerbitkan buku terbaru berisi 2 karya anggotanya sekaligus juga dipamerkan.
“Setiap anggota nanti menyetorkan 2 file karyanya untuk dibukukan dan dipamerkan. Hasilnya 50 persen akan disumbangkan untuk bakti sosial,” jelas Denny D’Colo yang berharap Pandemi Covid19 segera berakhir dan acara pameran sekaligus launching buku perdana UNIMAXX terlaksana awal tahun depan.

Riani pemilik pabrik tahu antusias menyambut anggota UNIMAXX Photo Community yang melakukan hunting foto di tempatnya. Riani mengatakan pabrik tahu yang dikelolanya sering didatangi wisatawan baik dari luar negeri maupun lokal. Tak hanya wisatawan, para pelajar juga sering melakukan penelitian sejarah di pabrik tahunya.
Riani yang populer dipanggil ‘Mami Tahu’ dengan ramah meladeni para tamu yang datang ke pabriknya. Bahkan ibu dua putri inipun mempersilahkan para tamunya untuk datang kembali. (AV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.