Integrasi data nasional Bersatu Lawan COVID-19 memiliki dua fungsi, masing-masing ditujukan untuk pengambil kebijakan dan masyarakat.

Bagi pengambil kebijakan, sistem ini memberikan data antara lain berupa data kependudukan, kesehatan dan logistik dari 514 kabupaten/kota dan 34 provinsi. Data-data tersebut dapat digunakan untuk mengambil kebijakan yang akurat, terukur dan efektif.

Sementara bagi masyarakat, data tersebut dapat diakses di situs resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, covid19.go.id, yang sudah dikembangkan agar data tersebut dapat dilihat oleh publik.

Platform tersebut dilengkapi dengan fitur chatbot, pelaporan mandiri, klarifikasi hoaks, informasi tentang telemedicine dan rumah sakit rujukan.

Sistem Bersatu Lawan COVID juga akan dilengkapi dengan data dari layanan konseling psikologi Sehat Jiwa, Sejiwa, yang baru diluncurkan.

Menurut Johnny, sistem ini melengkapi inisiatif sebelumnya untuk mengurangi penyebaran virus corona melalui aplikasi PeduliLindungi.

“Aplikasi ini terjamin keamanannya dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menghindari tempat-tempat yang rawan penyebaran COVID-19,” kata Johnny.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Johnny mengimbau masyarakat untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi agar sistem integrasi data tersebut bisa membantu memutus mata rantai penyebaran virus corona.