Menjadi prioritas penting sekarang ini untuk sesegera mungkin menyediakan perlengkapan tidur, kebutuhan sehari-hari, obat-obatan, dan keperluan lainnya bagi masyarakat yang terdampak banjir demi membangkitkan lagi kehidupan mereka

Seoul – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un melakukan kunjungan ke wilayah yang terkena banjir di Provinsi Hwanghae Utara yang berbatasan dengan Korea Selatan, demikian menurut laporan Kantor Berita KCNA pada Jumat.

Dalam kunjungan itu, Kim memerintahkan para pejabatnya untuk menyediakan makanan serta tempat bernaung bagi ratusan keluarga yang kehilangan rumah mereka akibat banjir.

“Menjadi prioritas penting sekarang ini untuk sesegera mungkin menyediakan perlengkapan tidur, kebutuhan sehari-hari, obat-obatan, dan keperluan lainnya bagi masyarakat yang terdampak banjir demi membangkitkan lagi kehidupan mereka,” kata Kim, dikutip dari KCNA.

Awal pekan ini, hujan deras mengguyur wilayah semenanjung Korea sehingga mengakibatkan banjir di dua Korea selama beberapa hari. Di Korea Utara, lebih dari 730 rumah tergenang, dengan 179 rumah di antaranya rusak.

Kim juga mengerahkan pasukan militer untuk membantu proses rehabilitasi, khususnya dalam pengerjaan perbaikan rumah dan jalan. Ia juga telah meminta para arsitek untuk merancang 800 rumah di desa pertanian di wilayah Unpha yang terdampak parah.

Tidak ada laporan mengenai korban tewas, namun lahan pertanian yang tergenang menjadi salah satu perhatian negara itu, terlebih saat ini merupakan masa panen sehingga muncul kekhawatiran tentang keamanan pangan Korea Utara.

Surat Kabar Rodong Sinmun, yang dimiliki oleh partai berkuasa, merujuk pada sebuah kajian yang menyebut bahwa padi dan jagung tidak akan bertahan jika tanamannya tergenang air, bahkan dalam dua atau tiga hari saja.

“Nasib pertanian tahun ini bergantung pada bagaimana cara yang digunakan untuk melindungi lahan pertanian dan tanaman itu sendiri dari banjir,” tulis Rodong Sinmun.

Pada Kamis (6/8), Korea Selatan menyumbang 10 juta dolar AS (sekitar Rp146 miliar) kepada Program Pangan Dunia (WFP) di bawah PBB sebagai salah satu upaya untuk membantu anak-anak dan perempuan di Korea Utara.

Reuters