Timika – Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw, menegaskan tragedi kemanusiaan yang menimpa dua petugas kesehatan di Puskesmas Wandai, Kabupaten Intan Jaya, oleh kelompok bersenjata baru-baru ini tidak dapat dibenarkan dengan dalih apapun.

Ditemui di Timika, Papua, Waterpauw menegaskan negara mengutuk keras kejadian itu.

“Saya sudah sampaikan ke pemerintah pusat untuk mengutuk kelompok yang melakukan kekerasan terhadap para pekerja kemanusiaan. Itu sangat biadab, tidak benar. Apapun alasan mereka, tidak dibenarkan tindakan seperti itu,” kata dia.

Kedua petugas kesehatan yang bertugas di Puskesmas Wandai, Intan Jaya, yaitu Almalek Bagau dan Eunico Somou, ditembak gerombolan bersenjata saat hendak mengantar obat-obatan terkait penanganan Covid-19 pada Jumat (22/5)

“Jangan karena berasumsi, seakan-akan itu petugas TNI-Polri, lalu mereka melakukan pembantaian dan kekerasan. Mereka membawa HT untuk bisa menghubungi Posko Covid-19 mengingat di dareah itu tidak ada sinyal telefon seluler. Itu makanya saya katakan biadab karena mereka main hantam saja,” ujar Waterpauw.

Ia menegaskan TNI dan Polri terus memburu gerombolan bersenjata di Papua yang selama ini selalu menebar teror kekerasan tidak saja kepada aparat keamanan tapi juga warga sipil.

“Kalau mereka mau berhadapan dengan aparat TNI dan Polri, itu urusan mereka. Tapi jangan membantai petugas kemanusiaan yang seharusnya dibantu. Mereka seharusnya berterima kasih kepada petugas-petugas kemanusiaan itu,” ujar dia.

Somou akhirnya meninggal dunia akibat luka tembak sementara Bagau telah dipindahkan ke RSUD Nabire setelah sebelumnya sempat dirawat di Pastoran Wandai.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel CPL Eko Daryanto, dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu menyebut kedua korban masuk dalam Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Intan Jaya yang ditugaskan Dinas Kesehatan setempat melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar wilayah Distrik Homeyo tentang bahaya Covid-19.

Atas kejadian itu, tentara dan polisi memberikan penekanan kepada seluruh jajaran satuan di wilayah agar meningkatkan kewaspadaan.  Kondisi keamanan Kampung Wandai, Distrik Homeo, menurut Daryanto, sudah dapat dikendalikan tentara dan polisi di wilayah itu.