Kelenteng Thai Jim Thai Jong Kota Singkawang Perlu Dijaga Kelestariannya

0 2

Inhuaonline – Singkawang, merupakan Kota multi etnis memiliki banyak sekali bangunan
tua yang hingga kini masih terjaga dan terawat dengan baik. Salah satunya adalah bangunan Kelenteng Thai Jim Thai Jong (Matahari dan Rembulan) yang terletak di Jalan Balai Latihan Kerja Indonesia, Dusun Tanjung Batu Harapan Sak Kok, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan.

Ketika memasuki area Kelenteng, di bagian depan akan terlihat sepasang patung Singa Khilin yang didepannya terdapat parit dengan aliran air dari perbukitan disekitar. Kemudian masuk ke area ruang sembahyang, pengunjung juga bisa melihat pratima Dewa Matahari (Thai Jong) dan Dewi Rembulan (Thai Jim) dengan posisi duduk bersandar berdampingan.

Luas bangunan Kelenteng yang dijaga sepasang Khilin gagah perkasa ini hanya sekitar 4×5 meter. Ukuran ini tergolong kecil, karena umat yang datang untuk melaksanakan ritual sembahyang, luar biasa ramai, terutama pada saat moment sembahyang Imlek tanggal 1 dan 15, setiap bulan.

Meski berukuran kecil, Kelenteng ini kaya akan ornamen dan simbol-simbol yang berhubungan dengan kepercayaan aliran Buddha, Tao, dan Konghucu. Kelenteng ini dibangun sejak tahun 1923 dalam kondisi sangat sederhana. Seiring perkembangan jaman, Kelenteng Thai Jim Thai Jong mengalami kelapukan pada beberapa bagian bangunan.

Oleh warga Tionghoa setempat, terutama umat yang aktif melaksanakan kegiatan sembahyang, melakukan renovasi pemugaran pada tahun 1978. Setelah dipugar seperti kondisi yang ada sekarang ini, Kelenteng Thai Jim Thai Jong tidak pernah sepi dan terus berkibar sebagai sarana kebaktian memberikan Penghormatan kepada Dewa Matahari dan Dewi Rembulan ( Ri Shen, Yue Shen).

Ri Shen adalah Dewa Matahari secara umum disebut Tai Yang Gong atau Paduka Surya, dan Yue Shen disebut Tai Yin Niang atau Ibu Candra. Pemujaan terhadap Matahari dan Rembulan, sudah ada sejak jaman purba oleh bangsa Tionghoa dan terus lestari hingga saat ini Dalam ritual sembahyang ini, umat dengan perasaan penuh takjim dan khusyuk bersujud dan menyediakan sesaji di depan papan Dewa Matahari.

Sedang pemujaan terhadap Dewi Rembulan diadakan bertepatan dengan pesta panen disaat bulan purnamanya, tanggal 15 bulan 8 Imlek. Pada saat ini biasanya orang-orang bersama keluarganya menyalakan Hio dan bersujud kepada Dewi Rembulan di halaman rumah mereka.

Ri Shen atau Dewa Matahari dikenal juga dengan nama Tai Yang Di Jun (disingkat Tai Yang Gong saja), Yue Shen atau Dewi Rembulan disebut juga Tai Yin Huang Jun (Tai Yin Niang) atau Yue Fu Chang E (Chang E dari istana rembulan).

Sedangkan peringatan Zhong Qiu (Tiong Tjhiu – Hokkian) yang jatuh pada tanggal 15 bulan 8 (Pwee Gwee Cap Go) dianggap sebagaihari lahirnya Tai Yin Niang alias Chang E.

Setiap momen menjelang tahun baru Imlek, kelenteng ini rutin mengadakan upacara Siang Sin Giu Hok yang bertujuan untuk mengantar para Dewa-Dewi ke kayangan. Umat berkumpul dan membawa tampah berisi kertas doa yang kemudian dibakar dan tampah diayunkan.

Abu dari bakaran kertas akan terbang ke langit dan mengantarkan para Dewa-Dewi ke kahyangan. Umat berdoa agar diberkati dengan kondisi negara yang akan, tenteram, cuaca dan kesehatan yang baik, dan kelancaran hasil bumi.

Umumnya mereka bersembahyang dengan menyediakan sebuah meja kecil di kebun pada saat bulan purnama dengan menyajikan buah-buahan dan bunga segar.

Pemujaan terhadap bulan dan matahari ini hanyalah sebagai penghormatan terhadap keduanya, jarang diwujudkan dalam bentuk patung atau gambar. Umumnya orang-orang menghadap ke arah kedua benda angkasa itu saat bersembahyang, jarang ada kelenteng yang didirikan untuk mereka.

Di Singkawang, hanya ada sebuah Kelenteng saja yang terdapat patung Dewi Rembulan dan Dewa Matahari, yaitu Kelenteng Matahari dan Rembulan ini. Oleh karena itu, Kelenteng yang sudah berusia 99 tahun ini, perlu dijaga dan dipertahankan kelestariannya, dan sudah sepatutnya dimasukkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Pemerintah, karena merupakan bagian dari sejarah Tionghoa yang datang ke daerah setempat.(Rio Dharmawan)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.