Jumat Berkah, Biddokkes Polda Jatim Gelar Vaksinasi dan Berbagi Penghuni Panti Asuhan & Panti Jompo Bhakti Luhur

0 8
Inhuaonline, Sidoarjo – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim menggelar  vaksinasi untuk penghuni Panti Asuhan & Panti Jompo Bhakti Luhur, Sidoarjo, pada 29 Oktober 2021. Sekaligus berbagi dengan menyerahkan bantuan berupa sembako yang diterima Kepala Panti Bhakti Luhur, juga pemberian makan siang dan kue untuk peserta vaksin.

Kegiatan vaksinasi dimulai pukul 9 hingga 10 pagi berjalan dengan cepat dan lancar. Petugas medis datang, kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan selanjutnya memberikan suntikan vaksin. Ada beberapa anak berkebutuhan khusus sedikit meronta, karena takut disuntik. Namun petugas medis Biddokkes Polda Jatim menenangkan mereka, sehingga dapat menjalani vaksinasi.
Kabid Dokkes Polda Jatim dr. Erwinn Zainul Hakim. Mars, MH, Kes mengatakan pada hari Jumat yang berkah  melaksanakan pemeriksaan kesehatan, suntik vaksinasi Covid-19 dan sedikit berbagi kepada yang membutuhkan.
“Mudah-mudahan sentuhan-sentuhan ini  memberikan semangat, juga dalam rangka mencegah penularan Covid-19 di lingkungan Panti Bhakti Luhur. Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi dan memberi semangat bagi kita semua,” terang dr. Erwinn.

Kegiatan mulia ini akan dilakukan secara kontinu, baik terhadap Yayasan Bhakti Luhur maupun yayasan lain. Bahkan apabila ada penghuni panti asuhan yang membutuhkan pertolongan, home care arau perawatan di rumah sakit bisa menghubungi Biddokkes, imbuh dr. Erwinn.
“Biddokkes memiliki 10 RS Bhayangkara yang siap membantu dan melayani,” ujarnya serta menyampaikan jika di panti asuhan merayakan ulang tahun atau kegiatan lain, pihaknya siap berkoordinasi untuk berbagi.

Suster Christina Kepala Panti Bhakti Luhur mengucapkan terima kasih kepada Biddokkes Polda Jatim yang telah memberikan bantuan sembako dan vaksinasi untuk 82 penghuni Panti Bhakti Luhur.
Panti Asuhan & Panti Jompo Bhakti Luhur saat ini dihuni 260 anak berkebutuhan khusus dan lansia. Dulunya dihuni 320 orang, namun banyak yang meninggal karena usia. Pada saat pandemi, pengelola panti tidak menerima pasien.
Suster Christina melaporkan ketika pandemi melanda, 26 orang penghuni terpapar Covid-19 pertama, lalu tahap kedua 30 orang terpapar dan meninggal 2. “Saat ini mereka telah sembuh dan dalam keadaan sehat,” ujarnya.
Penghuni panti, Linawati (63 th) mengatakan dirinya sangat senang bisa divaksin. “Saya dulunya tinggal di Tuban sebagai tukang pijat. Terima kasih Biddokkes Polda Jatim, saya sudah divaksin,” tuturnya. Demikian pula Regina (31 th) asal Surabaya juga senang sudah divaksin dan mengucapkan terima kasih.

Yayasan Bhakti Luhur berdiri pada 5 Agustus 1959 di Madiun. Kemudian pada  1975 Pusat Bhakti Luhur dipindahkan ke Malang. Yayasan Bhakti Luhur merupakan yayasan sosial yang memberi perhatian kepada para penyandang cacat yang miskin, terlantar dan dipinggirkan.
Suster Christina menceritakan para penghuni panti setiap hari sehabis sarapan mengikuti senam pagi. Kemudian mereka mengikuti pelatihan membuat tempe, telur asin, kerajinan tas, melukis, juga berkebun seperti menanam kacang panjang, jagung, terong dan sebagainya.

Bila berkunjung ke Panti Bhakti Luhur di halaman depan yang sedikit luas nampak aneka tanaman termasuk pohon jambu, jeruk, belimbing dan mangga. Kemudian juga terdapat toko suvenir yang menjual berbagai macam kerajinan buatan penghuni panti. Tamu pun bisa melihat maupun membelinya, karena hasilnya untuk mendanai panti.
Kondisi panti nampak bersih membuat penghuninya betah apalagi didampingi para suster dan perawat yang tulus ikhlas memberikan pelayanan. Menariknya pula, penghuni dari berbagai kepercayaan. Sehingga terlihat toleransi yang besar di Panti Bhakti Luhur. (AV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.