The news is by your side.

Jalan Sehat Kerukunan Memperteguh Kekeluargaan dan Keharmonisan

26

Singkawang-Harian InHua. Ribuan umat Buddha memeriahkan kegiatan Jalan Sehat Kerukunan, dalam rangka memperingati Hari Raya Tri Suci Waisak 2562 Buddhis Era yang diselenggarakan oleh panitia perayaan Waisak Bersama Kota Singkawang, Minggu 13 Mei 2018.

Jalan Sehat Kerukunan yang mengambil tema Bertindak, Berucap, Berpikir baik memperkokoh keutuhan bangsa ini, tidak hanya diikuti panitia Waisak Bersama yang berasal dari majelis-majelis agama Buddha, tetapi juga diikuti pelajar SD, SMP, SMA dan SMK yang ada di Kota Singkawang.

Turut hadir dalam kegiatan Jalan Sehat Kerukunan, Wakil Walikota Singkawang, H. Irwan, Kabag Sumba Polres Singkawang, Kompol Abdullah Sani, pengurus Yayasan Buddha Tzu Chi, dan unsur Muspida Kota Singkawang.

Sejak pukul 06.00 pagi, para peserta sudah berkumpul di depan BNI 46, Jalan Diponegoro dan mengikuti penanaman pohon Bodhi yang dipandu oleh Wakil Walikota Singkawang, Irwan bersama Ketua Panitia Perayaan Waisak Bersama, Candra Bun Tantono, dan Kasi Bimas Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, Warsito.

Usai penanaman pohon Bodhi, dilanjutkan penandatanganan pernyataan sikap umat Buddha untuk senantiasa menjaga keutuhan 4 pilar kebangsaan yakni setia kepada NKRI, menegakkan kedaulatan UUD 1945, memperkokoh Kebhinekaan, dan menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar negara.

Wakil Walikota Singkawang Irwan memberikan apresiasi kepada panitia perayaan Waisak Bersama yang telah menggagas kegiatan Jalan Sehat yang tujuannya adalah untuk memperteguh kekeluargaan dan keharmonisan, serta kerukunan antar umat beragama.

Ia menyampaikan pesan kepada seluruh umat Buddha untuk terus mengawal dan menjaga bersama-sama toleransi dan kerukunan yang telah terjalin dengan sangat baik, sehingga Singkawang memperoleh penghargaan dari pemerintah pusat sebagai Kota paling toleran se-Indonesia.

“Saya merasa bangga dengan kerukunan dan keharmonisan yang terjalin dengan sangat baik, di antara keberagaman umat beragama dan warga masyarakat. Untuk itu, bertepatan dengan momentum Jalan Sehat kerukunan, dalam rangka peringatan Tri Suci Waisak di tahun 2018 ini, saya mengajak segenap umat Buddha untuk meneladani nilai-nilai universal dari Dharma yang diajarkan sang Buddha. Mari kita suburkan sikap saling menghormati dan menghargai guna mewujudkan suasana kehidupan yang rukun, damai, dan harmonis dengan semangat kebersamaan yang dilandasi sikap kekeluargaan, persaudaraan, dan saling tolong menolong sesama umat beragama,” kata Irwan menyampaikan kata sambutannya.

Ia mengatakan, keberagaman budaya dan kemajemukan agama di Kota Singkawang, bisa saja dijadikan sasaran gangguan keamanan dan ketertiban yang bersifat ekstrem, oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, untuk merusak tatanan kerukunan yang telah terjalin dengan baik selama ini.

Oleh karena itu dirinya meminta kepada umat Buddha untuk senantiasa waspada, hindari hal-hal yang dapat merusak tatanan kehidupan, jaga terus silaturahmi dan komunikasi yang sudah terjalin baik, jangan sampai terputus.

“Kita semua jangan sampai lupa, sekalipun Kota Singkawang beraneka agam, baik budaya, agama, dan etnis, tetapi keberagaman itu bukan halangan untuk bersatu. Keberagaman justru menjadi kekuatan membangun kerukunan toleransi, utamanya antara umat beragama. Mari terus tingkatkan tri kerukunan beragama. Jika tri kerukunan berjalan baik, maka pembangunan menyeluruh untuk mewujudkan kesejahteraan, niscaya akan dapat kita wujudkan. Selamat memperingati hari Waisak. Mudah-mudahan melalui acara Jalan Sehat Kerukunan ini akan terjadi damai di langit, damai di bumi, dan semoga semua mahluk bahagia,” tukas Irwan mengakhiri sambutannya.

Kabag Sumda Polres Singkawang, Kompol Abdullah Sani, mengapresiasi inisiatif Panitia Perayan Waisak Bersama 2562 Kota Singkawang, menggelar Jalan Sehat Kerukunan. Menurutnya, acara ini sangat relevan, tidak hanya untuk menjaga kerukunan, kekeluargaan, dan kehjarmonisan, tetapi sekaligus menjaga situasi Keamanan, dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), serta mendukung Singkawang tetap berada dalam kondisi yang aman, damai, dan kondusif.

“Melalui acara Jalan Sehat Kerukunan yang diikuti panitia perayaan Waisak Bersama, dan seluruh Majelis Agama Buddha ini, saya berharap agar umat Buddha semakin mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan di hati masing-masing Majelis, serta mampu membangun semangat kebersamaan, kerukunan, dan toleransi diantara pemeluk agama yang berbeda,” harapnya.

Ketua Panitia Perayaan Waisak Besama, Candra Bun Tantono menyampaikan bahwa kegiatan Jalan Sehat Kerukunan, diikuti seluruh Majelis Agama Buddha yang ada di Kota Singkawang. Selain itu, peserta juga berasal dari kalangan pelajar Buddhis, Yayasan Buddha Tzu Chi, dan organisasi sosial masyarakat Tionghoa.

“Acara Jalan Sehat Kerukunan yang merupakan rangkaian kegiatan perayaan Tri Suci Waisak 2562 Buddhis Era, tahun 2018 ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan, kekeluargaan, keharmonisan, dan cinta kasih kepada sesama umat beragama, khususnya umat Buddha. Ini merupakan rangkaian kegiatan kita yang kedua. Sebelum pada, Minggu, 6 Mei 2018 yang lalu, kita telah menyelenggarakan kegiatan keagamaan lainnya, yakni melakukan ziarah Buddhis di taman makam Pahlawan Bambu Runcing, yang juga diikuti seluruh ajelis Buddha yang tergabung dalam panitia Waisak. Setelah ini, kita masih ada kegiatan lainnya, yakni kegiatan pembersihan Vihara, lomba menggambar, mewarnai, dan cerdas cermat, untuk pelajar SD, SMP, SMA, dan SMK, penanaman pohon, lomba memasak, lomba baca ayat-ayat suci Dhammapadda, lomba cipta lagu Buddhis, kreasi masakan vegetarian, bazaar Buddhis, dan puncaknya adalah Dhammashanti Waisak, yang sedianya akan dibuka secara resmi oleh Walikota Singkawang,” ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan pelepasan para peserta Jalan Sehat secara simbolik yang dilakukan Wakil Walikota bersama Kabag Sumda. Para peserta Jalan sehat melalui rute pendek menyusuri Jalan Diponegoro, Jalan Budi Utomo, Jalan Kurau, Jalan Setia Budi, Jalan Sejahtera, dan kembali ke simpang Bank BNI 46 Jalan Diponegoro. (Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.