ITS Tingkatkan Manajemen Sumber Daya dan Rilis Whistleblowing System

0 2
InhuaOnline, Surabaya – Semangat menjadi lebih baik terus digelorakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bagi seluruh sivitas akademikanya melalui Rapat Kerja Pimpinan ITS 2022 selama tiga hari, berakhir Minggu (9/1/22). Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng menyampaikan evaluasi tahun 2021 dan prospek kinerja pada tahun 2022.
Rektor yang akrab disapa Ashari menyampaikan pada tahun 2022 ITS berencana mengembangkan excellent management and resources. Sebelumnya, tahun 2020, ITS berhasil membentuk moto Advancing Humanity, tahun 2021 membangun layanan digitalisasi berupa pembuatan website MyITS.
Ashari menjelaskan untuk mewujudkan hal tersebut, aspek manajemen ditunjang bidang teknologi informasi (TI), sementara resources atau sumber daya dilakukan pengembangan seperti sumber daya uang, sumber daya manusia, dan sumber daya aset. “Oleh karena itu, fokus di tahun 2022 ini adalah manajemen dan sumber daya,” tegas Ashari.
Dalam mewujudkan pengembangan sumber daya, dilaksanakan beberapa persiapan. Antara lain seperti kuliah luring untuk seluruh mahasiswa ITS, peningkatan publikasi jurnal ilmiah internasional, berpartisipasi dalam memberikan proposal penelitian kementerian, dan berpartisipasi dalam program Kedaireka dan Matching Fund.
Dalam mewujudkan perkuliahan luring, saat ini ITS sedang membangun beberapa fasilitas dan bangunan yang mendukung. Fasilitas seperti pembuatan empat elevator pada menara sains dan perbaikan interior kelas. Sementara itu, untuk beberapa bangunan telah dirampungkan hingga sekarang seperti Global Kampoeng dan Co-Working Space ITS.
Dalam meningkatkan publikasi jurnal ilmiah, Ashari meminta setiap dosen menerbitkan minimal satu jurnal ilmiah. Hal ini ditinjau berdasarkan penurunan grafik publikasi ilmiah sejak 2019. Selain itu, juga akan dilakukan peningkatan Tugas Akhir (TA) yang akan setara dengan jurnal ilmiah internasional. “Peningkatan publikasi jurnal ilmiah internasional juga akan dilakukan melalui TA,” tuturnya.
Dilanjutkan dengan Kedaireka dan Matching Fund, ITS pada tahun 2021 berhasil menjuarai Kedaireka dan mendapatkan dana sebesar Rp 20 miliar. Pada tahun ini, Ashari berharap agar masing-masing dosen dapat berpartisipasi dalam Kedaireka, sehingga mampu meningkatkan sumber daya manusia. “Melalui inovasi yang telah diciptakan, tahun ini para dosen (ITS) diharapkan juga mampu mengikuti Kedaireka,” pungkas guru besar Teknik Elektro ini.
Di akhir pidatonya, Ashari berharap agar prospek kerja yang telah direncanakan dapat terwujud dengan baik. Melalui rapat kerja tahun 2022 ini, juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah dosen dan mahasiswa ITS sehingga dapat bersaing dengan perguruan tinggi lain. “ITS harus mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya,” tandas Ashari menyemangati.
Rilis Whistleblowing System, ITS Tunjukkan Komitmen Menuju Zona Integritas
ITS serius berkomitmen mewujudkan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK). Hal ini dibuktikan dengan merilis internalisasi Whistleblowing System (WBS) yang dilaksanakan pada hari terakhir Rapat Kerja Pimpinan ITS 2022, Minggu (9/1) kemarin.
Melalui sistem ini, seluruh sivitas akademika ITS maupun stakeholders dapat melaporkan perbuatan berindikasi pelanggaran di lingkungan ITS secara anonim. Sebelumnya, ZI-WBK ini telah diterapkan lebih dulu di lingkungan Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) ITS, sebelum akhirnya diterapkan untuk seluruh ITS.
Dalam pemaparannya, Dekan FSAD ITS Prof Hamzah Fansuri MSi PhD mengatakan bahwa WBS merupakan instrumen keterbukaan dan kontrol oleh masyarakat. Dengan adanya WBS ini, kampus dapat meningkatkan kualitas layanan serta pengawasan para pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan (tendik). “Karena pelapor dalam sistem ini terbuka bagi siapapun, maka masyarakat dapat turut berperan dalam meningkatkan kualitas ITS,” jelas guru besar Kimia ini.
Diungkapkan Hamzah, terdapat beberapa indikasi pelanggaran yang dapat dilaporkan melalui sistem ini. Mulai dari keterlibatan dosen/tendik/mahasiswa dalam kegiatan terlarang seperti radikalisme dan terorisme, tindak kejahatan tertentu seperti penipuan, pencurian, ataupun tindak kekerasan.
Selain itu, lanjutnya, pelapor juga dapat melaporkan indikasi tindak pemalsuan dokumen, rekayasa nilai, pemalsuan ijazah, korupsi dan gratifikasi, pelanggaran terhadap undang-undang, hingga kecurangan akademik misalnya plagiarisme.
“Pengaduan akan segera ditindaklanjuti apabila memenuhi lima unsur yakni perbuatan apa, di mana, kapan terjadinya pelanggaran, siapa saja yang terlibat, dan bagaimana perbuatan tersebut dilakukan,” beber lelaki berkacamata ini.
Hamzah melanjutkan, ITS juga akan menjamin kerahasiaan identitas pribadi pelapor. Guna lebih menjaga kerahasiaan, pelapor dapat memilih untuk tidak mengisikan data pribadi seperti nama atau hubungan dengan pelaku, serta informasi lain yang memungkinkan orang melakukan pelacakan. “Untuk itu, diharap pelapor tidak memberitahu nomor registrasi laporannya kepada orang lain,” tandas Hamzah mengingatkan.
Sistem yang telah direncanakan sejak pertengahan tahun 2021 ini dikembangkan secara inhouse dengan melibatkan Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (DPTSI) ITS, Unit Komunikasi Publik (UKP), serta Biro Umum dan Reformasi Birokrasi (BURB) ITS. Untuk mengirimkan aduan, pelapor dapat mengakses WBS melalui alamat https://www.its.ac.id/ppid/whistle-blowing-system/.
Keberadaan sistem ini pun disambut bangga Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng mengajak seluruh sivitas akademika ITS untuk turut mengawal pelayanan dan integritas di lingkungan kampus. “Mari kita jalankan tugas kita sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya untuk kebaikan bersama,” tandasnya.
ITS Alokasikan Dana ADB untuk Pembangunan Pusat Inovasi
Guna mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, ITS mendapatkan bantuan dana dari Asian Development Bank (ADB) direncanakan untuk pembangunan sarana prasarana pusat inovasi, sesuai dengan sosialisasi ADB yang disampaikan pada hari terakhir Rapat Kerja Pimpinan ITS 2022, Minggu (9/1).
Wakil Rektor IV ITS Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menuturkan bahwa fokus dana ADB tahun ini ialah capacity building atau pembangunan gedung dan menara pusat inovasi di ITS. Diketahui sebelumnya bahwa ITS mendapatkan dana dari ADB yang setara dengan dana pembangunan selama lima tahun ke depan.
Rencananya, gedung-gedung tersebut akan diisi dengan peralatan prototyping yang setara dengan kualitas industri. Hal ini sesuai dengan tujuan dibangunnya gedung-gedung tersebut, yakni meningkatkan SDM baik untuk dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan mahasiswa. “Gedung-gedung tersebut nanti akan diberi peralatan prototyping yang bisa digunakan oleh para dosen, tendik, dan mahasiswa,” paparnya.
Adapun beberapa gedung dan menara yang rencananya akan dibangun dengan dana ini adalah gedung Maritime Center, gedung Creative Center, gedung ICT and Robotics Center, gedung Automotive Center dengan lintasan sirkuit, gedung Cultural and Language Center, dan menara ITS. Gedung-gedung tersebut akan dibangun di kawasan Science Techno Park ITS.
Bambang mengungkapkan, pembangunan gedung-gedung tersebut rencananya dimulai pada pertengahan tahun 2022 ini. “Saat ini masih dilakukan perencanaan pembangunan dan dokumen-dokumen lelang untuk pembangunan gedung-gedung tersebut,” terang dosen Departemen Teknik Mesin ini lebih lanjut.
Di akhir, Bambang berharap agar gedung-gedung tersebut mampu memiliki kualitas yang setara dengan industri agar mahasiswa nantinya juga bisa mendapatkan pengalaman seperti bekerja di sebuah industri. “Harapannya, mahasiswa memiliki ketertarikan dan pengalaman yang baik untuk bekerja di industri,” pungkas lelaki asal Yogyakarta ini. (AV)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.