Investment Festival UK Petra Ajang Edukasi Melek Investasi Bagi Generasi Milenial

0 6

Global Investment Survey di 17 negara yang dilakukan Legg-Mason pada 2017 menyatakan kelompok masyarakat yang lahir antara tahun 1982 – 2000 disebut generasi milenial bergaya hidup nyaman meski berpenghasilan terbatas. Generasi milenial banyak kebutuhan dan keinginan. 

“Nantinya kaum milenial akan sulit membeli rumah, namun dengan investasi akan mengetahui potensi kedepan,” tutur Edwin Sebayang Chairman of The Indonesian Stock Analyst Association (AAEI).  Lebih lanjut Edwin Sebayang mengatakan kaum milenial perlu berinvestasi dengan mengetahui market outlook, bagaimana kondisi global, kondisi komunitas, dan sektor pilihan saham. 

“Kaum milenial menyukai hal yang instan dan cepat, maka masuk program Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Hampir 50% pekerja adalah orang muda yang perlu membuat mindset mereka sebagai investment minded. Mereka menjadi investor masa depan yang potensial untuk Bursa Efek Indonesia,” imbuhnya. 

Edwin Sebayang dan Sautma Ronni Basana Batubara Kepala Lab. Pasar Modal, Program Manajemen Keuangan Faculty of Business and Economics (FBE) didapuk menjadi pembicara Workshop bertajuk Stock Market Courses yang diikui 150 peserta baik mahasiswa maupun masyarakat umum. 

Workshop yang memaparkan tentang ‘Perkembangan Pasar Modal di Indonesia’, ‘Makro Ekonomi Indonesia’ dan ‘Money Management & Peluang Investasi Saham di Indonesia’, merupakan rangkaian dari Investment Festival yang diselenggarakan FBE UK Petra (15/8). Ketua Program Studi Manajemen  Keuangan Mariana Ing Malelak menambahkan para pelajar dari berbagai sekolah di Surabaya juga berkesempatan mendapat pengetahuan tentang Financial. Sebanyak 10 stan lembaga keuangan turut memberikan edukasi kepada masyarakat umum di Investment Festival.

Triny Talesu dari Minna Padi Investama Sekuritas mendukung dan mengapresiasi acara Investment Festival UK Petra karena pentingnya memberikan edukasi kepada mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum sejak dini tentang prospek kedepan pasar modal yang membantu investasi alternatif. 

“Dari segi orang yang membutuhkan dana bisa mendapatkan dari pasar modal. Pengembalian di pasar modal lebih baik dari tabungan, karena pemegang saham mendapatkan deviden. Orang yang berinvestasi menjadi pemegang saham,” imbuh Triny Talesu ditengah penjelasannya kepada para mahasiswa. 

Di banyak negara maju seperti Jepang telah mengenalkan pasar modal sedari dini kepada pelajar, bernama Junior Program. Demikian pula di Amerika juga mengenalkan rekening efek untuk remaja dinamakan Custodial Brokerage Account. Pengenalan pasar modal dianggap penting karena hasilnya jangka panjang. Para pelajar akan melihat manfaatnya setelah mereka memasuki masa kuliah hingga menikah nantinya.

Para pelajar perlu belajar pasar modal lebih dalam sehingga merasakan manfaatnya kelak dan terdorong untuk berkecimpung di dunia pasar modal. Maka akan meningkatkan jumlah investor aktif di bursa masa depan. Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan pada 2019, jumlah investor di pasar modal Indonesia masih 1,9 juta orang dari total penduduk sebesar 265 juta jiwa. (AV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.