INTI Jatim Gelar Baksos Bagi Paket Sembako di Posko Covid Al Ichsan Dukuh Bulak Banteng dan Warga Gedung Setan

0 33

InhuaOnline,Surabaya – Kembali INTI Jatim menggelar bakti sosial pembagian peket sembako peduli dampak Covid-19. Kali ini pembagian sembako ke Posko Covid Al Ichsan SD Al Ichsan yang terletak di Jalan Dukuh Bulak Banteng no-32 Surabaya, tepat pukul 4 sore Sabtu (27/6).

“Kami membagikan paket sembako berupa beras, gula, minyak goreng, terigu, mie kering dan masker,” jelas Richard Susanto (冯日顺) Ketua INTI Surabaya.

Masih penjelasan Richard Susanto, baksos pembagian paket sembako untuk warga Gedung Setan telah dilakukan pada Senin 22 Juni lalu. “Dalam baksos tersebut, INTI Jatim membagikan 60 paket sembako untuk 60 kepala keluarga,” terang Richard Susanto.

INTI Jatim diketuai Gatot Seger Santoso (周礼岳) gencar melaksanakan baksos untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi. Baksos bekerjasama dengan berbagai pihak salah satunya Gusdurian Jatim. Selain baksos, INTI Jatim juga menyosialisasikan bahaya penularan Covid-19 dengan meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

INTI Jatim juga membagi alat semprot dan bahan disinfektan di lingkungan RW guna memutus penyebaran Covid-19 di masyarakat. Gatot Seger Santoso meminta masyarakat bergotong royong melawan penyebaran Covid-19 dengan slogan berat sama dipikul ringan sama dijinjing.

Sekilas tentang Gedung Setan yang cukup populer di Surabaya, didirikan pada  tahun 1809 oleh J.A. Riddle Von Middelkop bekas pimpinan sipil VOC Belanda. Pada 1945 dibeli Dokter Teng Khoen Gwan yang rencananya untuk lokasi transit jenasah, karena dekat makam Bong khas tradisi Tionghoa.

Rencana tersebut gagal, karena sesudah kemerdekaan terjadi pembantaian besar di Madiun terkait Partai Komunis Indonesia yang dipimpin Muso. Warga Tionghoa Madiun lari menghindari konflik lantas disembunyikan Dr. Teng Khoen Gwan di Gedung Setan. Hingga kini Gedung Setan yang terletak kawasan Banyu Urip dihuni kebanyakan warga Tionghoa.

Dijuluki Gedung Setan, konon warga menganggap banyak setannya, mungkin karena dari luar nampak bentuk bangunan yang agak aneh dan terkesan kusam. Gedung Setan saksi sejarah yang banyak menyimpan kisah sedih trauma di masa lalu, kini menjadi cagar budaya. (AV/RY-InhuaOnline)

Leave A Reply

Your email address will not be published.