Inovasi Tim Pengabdian Masyarakat ITS Olah Air Bersih di Malang dan Olah Yogurt Wonosalam Jombang

0 17
InhuaOnline, Surabaya – Tim Pengabdian Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terjun langsung memberikan bantuan yang dibutuhkan. Seperti metode air bersih di Malang dan pengolahan yogurt di Wonosalam Jombang (24/10).
Air sumur yang mengandung bakteri dan senyawa logam mengganggu pemenuhan kebutuhan air bersih. Tim Abmas ITS mengaplikasikan proses reverse-osmosis membrane sebagai metode penjernihan air untuk kebutuhan air minum.
Alat penjernihan air diberikan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlahiyah di Desa Pagentan, Kecamatan Singosari, Malang. Tim Abmas juga menyosialisasikan cara pengoperasiannya kepada para santri dan pengurus ponpes.
Fahimah Martak dari ITS menyerahkan alat penjernih air secara simbolis kepada pengurus Ponpes
Fahimah Martak selaku pengarah Tim Abmas ITS mengungkapkan alat yang berhasil dipasang itu memiliki sumber air yang langsung terhubung dengan keran air masjid bersumber dari air sumur. Ketika keran air dihidupkan, maka air melewati proses pengolahan tanpa perlu ditampung dalam tandon. “Sangat efisien untuk pengolahan air minum, sehingga penghuni ponpes dapat langsung meminum air hasil olahan,” terangnya.
Herdayanto menyerahkan kenang-kenangan kepada Sekdes Carangwulung
Sebelumnya Tim Abmas telah menguji kualitas air sumur. Kemudian dibuat rangkaian alat pengolahan air minum sesuai arahan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Rangkaian alat tersebut terdiri dari penyaring logam, penghilang bau, reaktor ultraviolet mematikan mikroba, membran reverse osmosis memurnikan kandungan logam, virus atau bakteri.
Selanjutnya, Tim Abmas memberikan pelatihan pengelolaan sumber daya alam serta pemasaran produk di Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam dimana terdapat 50 peternak sapi perah. Hasil susu segar setiap peternak di desa mencapai 15 liter sehari. Akibat tidak tahan lama, susu segar yang telah diperah harus langsung dijual kepada perusahaan susu dan es krim yang ada di sana.
Herdayanto dari Tim Abmas ITS menyerahkan penghargaan kepada Rektor Indar
Melihat hal ini, Herdayanto Sulistyo Putro dari tim Abmas ITS mengusulkan pembuatan produk yogurt langsung dari susu segar para peternak untuk menambah ketahanan, serta meningkatkan nilai jual dan gizi.
Sebelumnya mereka sudah mencoba mengolah susu sapi hasil perahan menjadi  yogurt. Wonosalam terkenal dengan buah durian dan kopi. “Kami mengusulkan membuat yogurt khas Wonosalam dengan perasa durian dan kopi. Produk yogurt ini kami namai Wonoyo,” jelas Herdayanto Sulistyo Putro Ketua Tim Abmas ITS.
Selanjutnya dibentuk kelompok-kelompok kecil dengan didampingi dosen dan mahasiswa dari ITS fokus pada aspek tertentu. Kelompok terdiri dari tim produksi, tim administrasi, tim lapangan, tim marketing, dan tim analisis dan kajian halal.
Pelatihan pengoperasian alat penjernih air
Sebelum diadakan pelatihan kepada warga Desa Carangwulung, tim produksi melakukan formulasi yogurt yang akan dibuat. Tim mahasiswa dan dosen ITS mencari komposisi yang tepat antara essence dari perasa, tingkat keasaman, kekentalan, serta suhu agar proses fermentasi bisa optimal.
Pada 25 Agustus lalu, Herdayanto bersama timnya telah mengadakan pelatihan pembuatan yogurt khas Wonosalam serta strategi dalam pemasarannya. Pelatihan yang bertempat di Universitas Darul ‘Ulum (Undar) Jombang dilaksanakan secara hybrid, dimana beberapa dosen dan mahasiswa ITS hadir secara langsung, dan lainnya mengikuti secara daring dari Surabaya.
“Kita bekerja sama dengan Undar karena di Wonosalam tidak ada jaringan internet sehingga sulit untuk mengadakan pelatihan daring dengan dosen yang lain,” kata dosen Departemen Kimia ITS ini.

Pelatihan kembali pada 25 September lalu, fokus untuk mendapatkan Sertifikasi Jaminan Halal (SJH). Herdayanto mengakui bahwa proses untuk mendapatkan SJH ini cukup panjang dan rumit. “Oleh karena itu, kita melakukan pembinaan agar mereka bisa mendapatkan SJH ini,” terangnya.
Beberapa permasalahan ditemui yakni tempat yang bersuhu dingin menghambat proses fermentasi yogurt. Tim Abmas ITS memasang lampu pemanas agar suhu optimal 25 hingga 30 derajat Celcius. Masalah lain, banyak warga Desa Carangwulung yang memiliki ponsel dan sinyal tidak stabil. Sementara, branding dan penjualan dari Wonoyo sendiri fokus pada digital marketing.
Walau produk Wonoyo belum SJH, namun sudah mulai dijual bekerjasama dengan Koperasi Undar. Wonoyo bersama produk lain yang dihasilkan Wonosalam mulai dipajang di Koperasi Undar dan sudah bisa dibeli. “Hasil penjualan ini akan dimanfaatkan untuk mendapatkan SJH  agar produknya bisa dijual secara luas,” papar Herdayanto yang berharap produk bisa berkembang dibawah UMKM. (AV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.