kekhawatiran eskalasi kasus COVID-19 jadi faktor yang dominan hari ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan ini ditutup melemah tertekan meningkatnya jumlah kasus positif COVID-19.

IHSG ditutup melemah 21,54 poin atau 0,43 persen ke posisi 5.031,26. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 4,98 poin atau 0,63 persen menjadi 784,56.

“Kelihatannya kekhawatiran eskalasi kasus COVID-19 jadi faktor yang dominan hari ini,” kata analis Indo Premier Sekuritas, Mino di Jakarta, Jumat.

Dibuka melemah, IHSG langsung menguat namun hanya bertahan sejam lalu kembali terkoreksi. Pada sesi kedua, IHSG masih terus berada di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Secara sektoral, sembilan sektor terkoreksi dimana sektor properti turun paling dalam yaitu minus 1,19 persen, diikuti sektor aneka industri dan sektor konsumer masing-masing minus 1,14 persen dan minus 1,01 persen. Sedangkan satu sektor naik yaitu sektor keuangan sebesar 0,14 persen.

Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing sebesar Rp96,62 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 619.553 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,42 miliar lembar saham senilai Rp6,66 triliun. Sebanyak 142 saham naik, 260 saham menurun, dan 150 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 253,86 poin atau 1,13 persen ke 22.290,81, indeks Hang Seng turun 482,75 poin atau 1,84 persen menjadi 25.727,41, dan indeks Shanghai melemah 67,27 poin atau 1,95 persen ke 3.383,23.