Hutan Mangrove Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya Diyakini Terlengkap di Dunia

0 58

Kubu Raya-Harian InHua. Potensi hutan Mangrove di Propinsi Kalimantan Barat mendapat perhatian wisatawan mancanegara. Salah satunya adalah hutan Mangrove yang terletak di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya yang mendapat predikat sebagai hutan Bakau terbaik dan terlengkap di dunia versi Majalah Linkers Citylink, dan Majalah Ekspressair Magazine.

Hutan Mangrove Batu Ampar yang memiliki luas 120 hektar ini merupakan satu diantara hutan bakau yang terlengkap di dunia. Lebih dari 80 persen dari total jenis Mangrove yang ada di dunia, berada di Batu Ampar.

Hutan Mangrove Batu Ampar merupakan salah satu kawasan wisata alam yang dikembangkan menjadi pariwisata alam dan edukasi, sekaligus ajang swafoto.

Terlebih di dalamnya terdapat habitat Flora dan Fauna yang langka seperti Elang Laut, Burung Madu, Burung Paruh Sendok, Pesut, Bekantan, Kucing Bakau, Ular Pohon, Ikan Tiris, Udang Windu, Udang Pistol, Kepiting Tarung, Kepiting Pemanjat, Ubur-Ubur dan banyak lsgi hewan laut lainnya. 

Selain itu juga terdapat banyak jenis pohon Bakau diantaranya Bakau Sejati, Bakau Nipah, Bakau Nyirih, Bakau Minyak, Bakau Tanduk, Bakau Putih, Bakau Akik, Bakau Kacang, Bakau Semangi, Bakau Tanjung, Api-Api, dan aneka bakau lainnya.

Hasil identifikasi ditemukan sekitar 75 spesies Mangrove, terdiri dari 40 spesies Mangrove sejati dan 35 spesies Mangrove ikutan. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan 50 spesies Mangrove yang dilaporkan sebelumnya oleh UNEP dan IMReD yang merepresentasikan sekitar 76,7 persen dari total Mangrove sejati di Indonesia berada di Hutan Mangrove Batu Ampar.

Masyarakat setempat secara turun temurun mengelola dan memanfaatkan Hutan Mangrove untuk bertahan hidup, seperti menjadikan Hutan Mangrove sebagai benteng penahan abrasi dan intrusi air laut sehingga keberadaan masyarakat dan ekosistem tetap terjaga.

Hutan Mangrove Batu Ampar dengan segala keindahanya juga menyimpan potensi luar biasa, yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain berperan mencegah intrusi laut, mencegah erosi, dan abrasi pantai, masyarakat setempat juga menjadikan buah Mangrove sebagai olahan berbagai jenis makanan, dan minuman yang menunjang pendapatan keluarga. 

Dengan banyaknya tanaman Mangrove di wilayah pesisir Batu Ampar, membuat Pemerintah Kabupaten Kubu Raya semakin gencar melakukan pemeliharaan Mangrove, agar tanaman penahan abrasi ini tetap terjaga keberadaannya dan menjadikan pesisir Batu Ampar sebagai salah satu wisata alam andalan Kabupaten Kubu Raya.

Sejak tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya membuka trayek ekowisata Mangrove di desa Nipah Panjang, Batu Ampar yang bisa digunakan wisatawan untuk menikmati keindahan Mangrove didalamnya. 

Untuk mencapai lokasi Hutan Mangrove Batu Ampar, para pengunjung bisa menggunakan speed boat dari Kecamatan Rasau  Jaya dengan biaya sekitar Rp60.000 per orang. Untuk jadwal keberangkatan, dimulai pukul 10.00 Wib dengan waktu tempuh kurang lebih 90 menit.

Dengan adanya tujuan wisata yang bisa dikembangkan di kawasan Hutan Mangrove Batu Ampar, memungkinkan Pemerintah melakukan perancangan paket wisata lengkap, mulai dari mengitari perairan Rasau Jaya, Batu Ampar, Padang Tikar, dan Teluk Pakedai yang tentunya dengan hiasan hamparan Hutan Mangrove yang luas membentang. (Rio Dharmawan)

mangrove

Leave A Reply

Your email address will not be published.