Guru Disarankan Tidak Memberikan Tugas yang Panjang dan Melelahkan Melalui Daring

0 7

InhuaOnline,Singkawang – Guru tidak boleh memberikan beban tugas yang panjang dan melelahkan kepada siswa di luar batas kemampuannya. Berikan pembelajaran yang bermakna tanpa harus mengejar ketuntasan kurikulum. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, HM. Nadjib dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Selasa 11/08/2020.

Ia mengatakan, tujuan pendidikkan yang diajarkan guru jelas harus menampakkan terjadinya perubahan dalam diri siswa-siswinya, dari yang tidak tahu menjadi tahu, yang sulit menjadi mudah, dan dari yang tidak mengerti menjadi mengerti.
“Untuk membangkitkan semangat belajar dimasa pandemi Corona, dimana siswa diberikan bimbingan pelajaran di rumah, sebaiknya guru tidak memberikan materi pelajaran yang sulit Cukup dengan materi yang simpel dan mudah dipahami oleh peserta didiknya. Jangan berikan materi pelajaran yang panjang dan rumit”, ujar Nadjib.

Dari situlah timbul rasa bosan pada diri siswa-siswi saat berlangsung proses mata pelajaran yang panjang dan rumit. Untuk itu perlu adanya metode atau cara pengajaran yang disederhanakan yang mudah dipahami anak-anak, misalnya buku panduan LKS dengan memperhatikan psikologi anak yang cenderung malas, karena metode yang di gunakan tidak menarik dan membosankan, sehingga hasil yang di peroleh siswa-siswinya kurang efektif
dalam pelajaran yang sedang di ikutinya, ungkapnya.

Ia menambahkan, materi pembelajaran yang diberikan guru melalui media online bisa beragam dalam bentuk penyampaian. Bentuknya dapat berupa teks, gambar, video dan suara. Bahkan keempatnya dapat diberikan secara bersamaan.

Kendati proses belajar mengajar dengan sistim daring dirasakan kurang efektif, orangtua siswa diminta untuk tetap bersabar, hingga kondisi covid 19 sudah aman dan benar-benar sudah berakhir.

Protokol kesehatan masuk lingkungan sekolah harus tetap dilaksanakan, dengan ketentuan seluruh warga sekolah, mulai dari dewan guru, peserta didik hingga tamu sekolah wajib menggunakan masker. Selain itu, seluruh warga sekolah wajib melewati area penyemprotan disinfektan, wajib diperiksakan suhu tubuh menggunakan thermo gun. Guru dan siswa tetap harus mencuci tangan menggunakan sabun/hand sanitizer, tetap harus menjaga jarak minimal 1,5 meter; tukasnya.

Selain itu, kegiatan belajar mengajar dibagi sepertiga dari jumlah siswa dan durasi pembelajaran tidak boleh melebihi waktu yang ditetapkan.(Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.