Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut Indonesia sudah menjadi negara ekonomi besar sehingga harus didorong dengan kerja sama yang saling menguntungkan.

Erick menegaskan, tak ingin Indonesia hanya dipandang sebagai pasar bagi investor maupun negara lain.

“Kita ini sudah jadi ekonomi terbesar, dan saya meminta swasta atau investasi asing, kalau misalnya berinvestasi di Thailand satu, ya di Indonesia mesti tiga. Jangan hanya Indonesia dijadikan market (pasar) saja, lalu investasi dibawa ke luar negeri, lalu diinvestasikan di negara lain, lebih baik jangan,” kata Erick di Jakarta, Rabu.

Erick terus mendorong BUMN meningkatkan kolaborasi dengan UMKM, swasta, maupun investor luar negeri secara transparan dan profesional, terutama di sektor ekonomi digital. Ia mengingatkan potensi ekonomi digital Indonesia mencapai Rp 4.500 triliun pada 2030.

“Saya juga mengetuk private sector atau foreign investment yang percaya market Indonesia. Jangan setengah-setengah berinvestasi di Indonesia, apalagi membandingkan Indonesia dengan Thailand, Malaysia, Singapura, itu salah besar,” ujar Erick.

Erick menyebut Indonesia juga diproyeksikan akan masuk dalam 15 negara dengan ekonomi terbesar dunia pada 2029 dan lima besar dunia di 2045. Namun, Erick ingin memastikan pertumbuhan ekonomi harus berdampak terhadap pemerataan.

Erick menyebut, BUMN harus memastikan ada kolaborasi yang saling menguntungkan. Hal ini juga merupakan bentuk komitmen dalam menjaga keseimbangan ekonomi di Indonesia.

“Kita tidak anti investasi, tapi kita mau komitmen investasi yang sehat untuk Indonesia sehingga kita bisa memastikan pembukaan lapangan pekerjaan bisa terjamin, dan tumbuhnya pelaku UMKM yang baru,” ucapnya.