Dilaporkan Pengusaha Asal Tiongkok Soal Ruko Direktur HAIXIN Indonesia Jadi Pesakitan di PN Jakut

0 25
Jakarta – Diduga melakukan tindak pidana penggelapan jabatan terhadap rekan bisnisnya pengusaha asal Tiongkok, Ngi Thai Winarko (NTW), menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.

 

Pria yang menjabat sebagai Direktur PT. HAIXIN Indonesia ini, didakwa pasal penggelapan jabatan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irfano dan Lusiana di hadapan Majelis Hakim Haran Tarigan.

 

Kuasa Hukum korban Li Shi Feng, Monod Martinus dalam keterangannya menyebut akibat perbuatan terdakwa NTW, membuat kliennya sangat dirugikan.

 

Pengacara senior asal Tana Toraja ini mengungkapkan kronologi perkara yang membuat kliennya menempuh jalur hukum dengan melaporkan terdakwa NTW ke Bareskrim Polri.

 

“Pada tahun 2011, klien kami pengusaha asal Tiongkok bernama Li Shi Feng membuat perusahaan bernama PT. HAIXIN Indonesia. Klien kami adalah pemilik modal, pemegang saham dan selaku Komisaris PT. HAIXIN Indonesia, dan menunjuk terdakwa Ngi Thai Winarko sebagai Direktur saja, bukan pemegang Saham,” ujar Monod, dalam keterangan pers kepada wartawan, Minggu (24/1/2021).

 

Kemudian, lanjut Monod, kliennya Li Shi Feng membeli Ruko di bilangan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara sebanyak 4 unit Ruko dengan cara KPR di Bank CIMB Niaga.

 

“Awalnya klien kami Li Shi Feng membeli Ruko itu pakai atas nama perusahaan, PT. HAIXIN Indonesia, namun kata terdakwa Ngi Thai Winarko harus pakai nama pribadi, sehingga Li Shi Feng setuju pakai namanya terdakwa Ngi Thai Winarko, dengan tanpa ada hitam di atas putih atau perjanjian tertulis. Semua karena dasar kepercayaan,” ungkap Monod.

 

Ia menjelaskan, dari awal tanda jadi atau down payment (DP), dan cicilan ke Bank Cimb Niaga untuk KPR 4 unit Ruko itu, selama 4 tahun 5 bulan dibayar lancar oleh kliennya Li Shi Feng.

 

“Namun setelah 4 unit Ruko tersebut mau dilunasi oleh klien kami, ternyata terdakwa Ngi Thai Winarko meminjam uang ke perusahaan Leasing PT. PT Karya Technik Multifinance (KTM) sebesar Rp12 miliar untuk mengambil Sertifikat 4 unit Ruko tersebut di Bank CIMB Niaga, dengan membayar sisa cicilan KPR di Bank CIMB Niaga, kurang lebih Rp4 miliar,” terangnya.

 

Monod mengungkapkan, Direktur PT. HAIXIN Indonesia, Ngi Thai Winarko telah menggelapkan Sertifikat dengan menjaminkan dan membuat Pengikatan Jual Beli dengan  PT. Karya Technik Multifinance dengan harga Rp12 miliar atas 4 unit ruko di PIK.

 

“Tanpa diketahui klien kami Li Shi Feng, selaku owner dan pemegang saham PT. HAIXIN Indonesia. Harga per 1 unit Ruko di PIK sekitar Rp15 miliar sekarang, ini 4 unit harganya hanya Rp 12 miliar,” katanya.

 

Atas tindakan terdakwa NTW tanpa seizin dan sepengetahuan Li Shi Feng, maka kemudian kliennya melaporkan terdakwa ke Bareskrim Polri.

 

“Saat ini perkaranya sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi,” jelas Monod.
Terkait perkara ini, pihak terdakwa NTW belum dapat dikonfirmasi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: