Dihadiri Staf Khusus Presiden RI dan 5 Duta Besar, Sekjen INTI Candra Jap Tekankan Pentingnya Pendidikan dalam Moderasi Beragama di Religion Youth Festival 2022

0 309

InhuaOnline, Jakarta – Sekretaris Jenderal Perhimpunan INTI Candra Jap tampil sebagai salah satu pembicara dalam acara puncak Religion Youth Festival (RYF) 2022 pada Kamis (10/11) siang di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat.

Pada kesempatan itu, Candra menyampaikan pentingnya pendidikan dalam moderasi beragama di kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia yang bhinneka. Sebagaimana ajaran Khonghucu, ada 1 filosofi Tiongkok mengenai pendidikan yang sederhana tapi sangat dalam maknanya.

Staf Khusus Presiden RI Bidang Inovasi, Pendidikan dan Daerah Terluar, Billy Mambrasar membuka acara RYF 202.

“Jika kita berencana untuk 1 tahun ke depan, tanamlah padi. Jika kita berencana untuk 10 tahun ke depan, tanamlah pohon. Tapi jika kita berencana untuk 100 tahun depan, didiklah manusia,” kata Candra yang juga Sekretaris Program Beasiswa Pelangi INTI.

Acara yang diselenggarakan oleh Merial Institute, Muslimverse, OIC Youth Indonesia, dan Tim Satgas Digital Masjid Agung Sunda Kelapa ini merupakan respons terhadap isu-isu yang dibahas dalam forum Religion 20 di Bali, serta rangkaian kegiatan Hari Sumpah Pemuda yang mendapatkan dukungan penuh dari Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.

Mewakili milenials di kalangan pemerintahan, hadir Staf Khusus Presiden RI Bidang Inovasi, Pendidikan dan Daerah Terluar, Billy Mambrasar sebagai pembicara kunci sekaligus membuka acara dengan membaca naskah Sumpah Pemuda dan “Ikrar Pemuda Lintas Agama dan Keyakinan Menjaga Persatuan dalam Keberagaman Guna Harmonisasi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”.

Foto bersama para tokoh pimpinan agama dan pemuda lintas agama Indonesia.


Beberapa Duta Besar juga hadir dan memberikan kata sambutan, yaitu Muhammad Naqzrul Azraf Bin Mohd Nazaruddin (Atase Agama Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia), Lilla Karsay (Duta Besar Hungaria untuk Indonesia), Muhammad Hassan (Duta Besar Pakistan untuk Indonesia), dan Ouadia Benabdallah (Duta Besar Maroko untuk Indonesia).

Hadir pula para tokoh pimpinan agama di Indonesia menyampaikan orasi kebangsaan, yaitu Prof. Dr. Komarudin Hidayat (Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia), Muhammad Fadil Hanafi (Direktur Riset Merial Institute), Romo Antonius Suyadi, Pr. (Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan Keuskupan Agung Jakarta), Ws. Liem Lliliany Lontoh (Ketua MATAKIN DKI Jakarta), Nyoman Udayana Sangging (Ketua Pasraman Rawamangun), Suwito (Anggota pengawas Permabudhi), Gembala Gereja Bethel Indonesia – Kapernaum Pdt. Andriyas Tuhenay.

Foto bersama dengan 5 Duta Besar negara sahabat yang hadir mendukung RYF 2022

Dalam RYF ini, para pemuda Indonesia lintas agama memang diberi kesempatan bertemu dan menuangkan gagasan membahas 5 domain, yaitu moderasi beragama, pendidikan, lingkungan, ekonomi, dan digital. Amar Ahmad selaku Asisten Deputi Peningkatan IPTEK dan IMTAQ Kemenpora RI yang mengelaborasi pertemuan membahas tentang pentingnya pengarusutamaan moderasi beragama di kalangan pemuda melalui daring.

Sesi pertama menghadirkan 4 orang panelis, yaitu Amich Alhumami (Direktur Agama, Pendidikan, Kebudayaan Bappenas), Arief Rosyid Hasan (Komisaris Independen BSI & Direktur Eksekutif Merial Institute), Marlis Afridah (CEO Green Network Asia), dan Tantan Taufiq Lubis (Vice President ICYF).

Candra Jap menerima piagam penghargaan sebagai salah seorang pembicara dari panitia RYF Fajar Iman Hasanie

Sementara sesi kedua menghadirkan perwakilan pemuda lintas agama menjadi panelis, yaitu Alan Christian Singkali (Milenial Peduli Rumah Ibadah), Anes Dwi Prasetya (Ketua Bidang OKK Gemabudhi), Raihan Ariatama (Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam), Gracea Kumala (Aktivis Katolik Muda), serta Sekretaris Jenderal Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Candra Jap. (Rully_Yasheen)

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.