Jakarta  – Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co., Ltd. (CBL), anak perusahaan Guangdong Brunp Recycling Technology Co., Ltd (Brunp), menandatangani perjanjian kerangka kerja tiga pihak dengan PT. Aneka Tambang (ANTAM) dan PT. Industri Baterai Indonesia (IBI) pada Kamis (14/4).

Kerja sama ini mencakup Proyek Integrasi Baterai Kendaraan Listrik Indonesia, yang meliputi penambangan dan pengolahan nikel, bahan baterai kendaraan listrik, manufaktur baterai kendaraan listrik, dan daur ulang baterai.

Brunp merupakan anak perusahaan Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL), produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia yang menawarkan produknya kepada serangkaian merek mobil terkemuka termasuk BMW, Volkswagen dan Tesla.

Dengan total investasi gabungan senilai 5,96 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp14.359), proyek ini berlokasi di Kawasan Industri FHT di Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, dan juga sejumlah lokasi lainnya di Indonesia.

ANTAM merupakan anggota MIND ID, perusahaan tambang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). IBI atau Industri Baterai Indonesia merupakan BUMN yang bergerak dalam bidang baterai dan ekosistem kendaraan listrik, yang juga anak perusahaan MIND ID dan ANTAM.

Proyek itu diyakini akan lebih meningkatkan jejak CATL dalam industri baterai, memastikan pasokan bahan baku dan sumber daya hulu, memangkas biaya produksi, dan mendorong pengembangan bisnis daur ulang baterai.

Selain itu, juga meningkatkan daya saing dan kedudukan Indonesia di dalam ekosistem kendaraan listrik yang punya prospek pengembangan cemerlang pada masa depan.

“Perjanjian kerangka kerja yang kami teken hari ini (14 April) sangat penting bagi Indonesia karena kami berupaya membangun ekosistem kendaraan listrik,” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. “Saya yakin dengan upaya bersama dari semua pihak, proyek ini akan berhasil dilaksanakan.”

“Proyek Indonesia ini merupakan tonggak penting bagi CATL saat kami memperluas jejak global kami, dan ini akan menjadi lambang persahabatan abadi antara China dan Indonesia,” tutur Robin Zeng, pendiri sekaligus kepala CATL. “Kami sepenuhnya percaya diri dalam pengembangan proyek ini di masa mendatang.”