Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan pihaknya akan menyerap 70 persen target penyerapan cadangan beras pemerintah sebesar 2,4 juta ton di 2023 dari masa panen raya di Februari-Maret 2023.

“(Sebanyak) 70 persen dari 2,4 juta ton, kita stok dulu, untuk CBP (Cadangan Beras Pemerintah),” kata Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.

Dengan begitu, maka Bulog akan menyerap sebesar 1,68 juta ton beras untuk CBP dari masa panen raya. “(Bulog) akan mengambil sebanyak mungkin,” kata Budi.

Saat ini, di gudang Bulog terdapat 405 ribu ton beras. Bulog siap menyebar pasokan beras untuk menjaga ketersediaan beras di pasar sekaligus mengendalikan harga bahan pokok tersebut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Budi, telah memberikan arahan khusus kepada jajaran menteri dan kepala lembaga untuk mengamankan stok bahan pokok menjelang momentum permintaan tinggi di Ramadhan.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpor mengatakan pada akhir Februari hingga Maret 2023, akan terdapat panen raya di lahan pertanian seluas satu juta hektar.

“Sehingga peak (puncak) dari panen raya akan terjadi di sekitar ini,” tutur Mentan.

Meski demikian, Mentan mengatakan bahwa ketersediaan beras harus diikuti dengan distribusi yang baik sehingga normalisasi harga beras akan tercapai.

Guna mencapai hal tersebut, kata Syahrul diperlukan kerja sama dengan sejumlah pihak, mulai dari kementerian/lembaga terkait, sektor swasta hingga para pengusaha.

“Mudah-mudahan dalam Ramadan dan Idulfitri nanti semua bisa berjalan sesuai harapan,” kata Syahrul.

Presiden RI Joko Widodo telah meminta jajarannya untuk memberikan perhatian yang serius terhadap ketersediaan bahan pangan di seluruh Tanah Air, khususnya menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1444 H.

“Presiden betul-betul meminta semua menteri memberikan perhatian yang serius sehingga tidak ada hambatan dalam ketersediaan-ketersediaan sampai di daerah,” ujar Syahrul.