Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan penyelenggaraan Bogor Street Festival CGM 2020 yang masuk dalam kalender agenda tahunan nasional di Kementerian Pariwisata adalah bentuk keperpihakan pemerintah atas kebhinekaan masyarakat, khususnya di Kota Bogor.

“Bogor Street Festival yang diselenggarakan setiap tahun, terbukti menjadi ajang pemersatu masyarakat dalam pendekatan kebudayaan,” kata Bima Arya Sugiarto, di Kota Bogor, Minggu.

Bima Arya menegaskan, penyelenggaraan Bogor Street Festival juga menunjukkan keberpihakan Pemerintah Kota Bogor dalam membangun keberagaman dan kebersamaan di tengah masyarakat Kota Bogor.

“Masyarakat Kota Bogor adalah masyarakat yang toleran dan cinta damai. Warga Kota Bogor hidup rukun dan harmonis dalam keberagaman,” katanya.

Guna mendukung kebersamaan dalam keberagaman yang sejak lama terjalin harmonis di Kota Bogor, menurut Bima Arya, diperlukan upaya dan perjuangan yang lebih sistematis dan lebih kolaboratif dari semua pihak.

Menurut Bima, untuk terus menjaga kebersamaan dalam keberagaman di Kota Bogor hingga jauh ke depan, maka jika ada persoalan agar diselesaikan dalam forum musyawarah dengan pendekatan saling toleran dan menjadi tanggung jawab bersama.

Bima menjelaskan, kebersamaan dalam keberagaman itu tidak hanya sebatas dalam agenda tertentu, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. “Harus ada kepedulian dan
rasa kebersamaan dari semua pihak dalam kerukunan di tengah masyarakat,” katanya.

Cerita Bogor, kata dia, adalah cerita kebersamaan dalam keberagaman. “Sudah banyak cerita inspiratif tentang kebersamaan dalam keberagaman di Kota Bogor,” katanya.

Bima juga menyatakan, memberikan apresiasi kepada Badan Sosial Lintas Agama (Basolia) Kota Bogor yang menyantuni kaum dhuafa warga Kota Bogor tanpa melihat latar belakang agamanya.

Bogor Street Festival yakni pawai Cap Go Meh akan diselenggarakan di Kota Bogor, pada Sabtu, 8 Februari 2020. Rute pawai meliputi start dari Vihara Dhana Gun di Jalan Surya kencana menuju ke Jalan Siliwangi sampai ke bundaran Sukasari.