Batu Pertama Diletakan, Singkawang Akan Memiliki Kelenteng Thian Wang Kiung

0 27

InhuaOnline, Singkawang – Masyarakat Tionghoa Kota Singkawang larut dalam kegembiraan mensyukuri acara peletakan batu pertama pembangunan Kelenteng Thian Bong Kiung,
Minggu 20 November 2022.

Acara peletakan batu pertama dilakukan oleh Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie, bersama Ketua Yayasan Setia Negara Djong Hermanto, didampingi Sifu Wongso Sugiman, Ketua Perhimpunan Tionghoa Kalbar Indonesia Leonardiy Tjhai, Ketua Magabutri Kabupaten Sambas Siet Cin Cung, Ketua Majelis Agama Konghucu Kota Singkawang, Budiman, dan tamu undangan yang hadir dari berbagai daerah di Kalimantan Barat, Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Tanggerang.

Pantauan Harian InHua, sejak pukul 10.00 WIB, ratusan umat dan tamu undangan telah memenuhi altar sembahyang. Secara bergantian mereka melakukan sembayangan dan berdoa dengan khusuk, dilanjutkan dengan prosesi meletakan batu kedalam area yang telah diberikan petunjuk oleh Se Ta Thian Wang (Catur Maharajika).

Kelenteng Thian Bong Kiung didirikan atas inisiasi dan diprakarsai oleh Yayasan Setia Negara, dengan tujuan untuk memperkenalkan kepada manusia di dunia, khususnya masyarakat Kota Singkawang, bahwa kehidupan umat manusia, khususnya umat Buddha, Tao dan Khonghucu, tidak terlepas dari perlindungan Empat Maha Raja Dewa.

Ketua Yayasan Setia Negara Djong Hermanto dalam sambutannya menuturkan, bahwa dirinya bersama seluruh pengurus dan anggota Yayasan merasa sangat bersyukur dan bergembira, telah memilih Kota Singkawang sebagai daerah pertama di Indonesia untuk mendirikan Kelenteng Thian Bong Kiung.

Ia menyampaikan bahwa terpilihnya Kota Singkawang sebagai daerah pertama pembangunan Kelenteng Thian Bong Kiung adalah berdasarkan dari petunjuk dari Se Ta Thian Wang (Catur Maharajika)

“Bahwa Kelenteng Thian Bong Kiung adalah tempat ibadah terbesar dan termegah di Kota Singkawang yang dinaungi Buddha Maitreya dan Empat Maha Dewa Raja (Catur Maharajika), diantaranya Nan Fang Zeng Chang Thian Wang (南方增長天王), berwajah biru dan berkuasa di wilayah Selatan, Xi Fang Guang Mu Thian Wang (西方廣目天王), berwajah merah dan berkuasa di wilayah Barat, Pei Fang Duo Wen Thian Wang (北方多聞天王), berwajah kuning dan berkuasa di wilayah Utara, dan Tung Fang Che Guo Thian Wang (東方持國天王), berwajah putih berkuasa di wilayah Timur,” kata Djong Hermanto.

Sedangkan Buddha Maitreya adalah Buddha penuh cinta kasih universal yang sangat dipuja dan diagungkan sebagai sosok yang mampu membebaskan makhluk dari duka samsara.

“Tidak hanya itu, Kelenteng Thian Bong Kiung nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang untuk umat maupun untuk tamu yang datang, diantaranya Gerbang utama, Ruang terbuka hijau, Ruang penerimaan tamu, Bangunan Se Ta Thian Wang, Ruang bakti puja, Area hio, Gazebo, Plaza, Gedung fasiltas, ruang peristirahatan, Lorong Surga, Taman Aneka Bunga, tempat parkir dan toilet,” tukasnya.

Ia menambahkan, bagian dalam Kelenteng terbagi menjadi beberapa ruangan. Antara lain ruangan suci utama sebagai pusatnya, yang dikelilingi ruang-ruang pemujaan terhadap Se Ta Thian Wang atau Empat Maha Raja Dewa. Kemudian untuk ruang sembahyang utama terdapat Altar Buddha Maitreya.

“Pada ruang suci utama terdapat bedug, lonceng, dan alat perlengkapan ibadah lainnya. Taman bunga dilengkapi dengan berbagai fasilitas agar pengunjung merasa betah dan nyaman. Kelenteng yang bercorak layaknya negeri Dewa ini merupakan satu satunya di Indonesia yang hanya ada di Kota Singkawang,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan Djong Hermanto, dipilihnya Kota Singkawang sebagai tempat berdirinya Kelenteng Thian Bong Kiung karena Singkawang adalah negeri para Dewata yang dikenal dengan nama Kota Seribu Kelenteng.

“Empat Maha Raja Dewa atau Se Ta Thian Wang melindungi dan menyelaraskan kehidupan umat manusia dan empat musim, yakni musim semi, musim panas, musim gugur dan musim salju, sehingga kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya menjadi selaras, serasi dengan alam semesta. Pembangunan Kelenteng Thian Bong Kiung juga bertujuan untuk mewujudkan destinasi wisata spiritual, sebagai tempat pembinaan mental, amal, dan sosial. Kelenteng Thian Bong Kiung didirikan diatas lahan seluas 1 hektar dengan keseluruhan lahan seluas 4 hektar,” pungkasnya.

Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Setia Negara yang telah membawakan manfaat dan kemajuan bagi Kota Singkawang, dengan mendirikan Kelenteng Thian Bong Kiung.

“Saya atas nama keluarga dan Pemerintah Kota Singkawang menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Setia Negara yang selama ini telah berbuat banyak, memberikan kontribusi dalam memajukan Kota Singkawang. Peletakan batu pertama pembangunan Kelenteng Thian Bong Kiung ini membuktikan Yayasan Setia Negara beserta segenap donatur dan juga umat Buddha, telah melakukan tindakan nyata mewujudkan cita-cita memiliki bangunan Kelenteng untuk bersosialisasi dan
mengembangkan nilai-nilai luhur ajaran Buddha Dharma,” ungkap Tjhai Chui Mie.

Menurut Tjhai Chui Mie, program pembangunan bidang keagamaan, pariwisata, dan budaya merupakan program prioritas yang terus ditingkatkan dalam memajukan Kota Singkawang.

“Bahwa dengan didirikannya Kelenteng Thian Bong Kiung, tidak hanya membawa kemajuan bagi bidang keagamaan dan meningkan destinasi wisat dan budaya, tetapi juga membangun mental spiritual masyarakat yang kuat, yang pada gilirannya akan mewujudkan masyarakat Singkawang yang damai, santun, rukun, harmonis dan bertoleransi, serta berdaya saing,” ucapnya.

Lebih lanjut disebutkan Tjhai Chui Mie, masyarakat Kota Singkawang sangat menghargai rasa kebersamaan, kerukunan, keharmonisan dan toleransi. Untuk itu, diharapkankan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, sehingga Kelenteng Thian Bong Kiung bisa berdiri megah dan menjadi destinasi unggulan pariwisata.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Tionghoa Kalimantan Barat Indonesia, Leonardy Tjhai dikonfirmasi Harian InHua menyatakan ajaran Sang Buddha mengingatkan bahwa perubahan masyarakat harus dimulai dengan perubahan dalam diri sendiri.

“Revolusi mental dan karakter Sang Buddha dapat membangun kepedulian terhadap sesama dengan pengendalian diri dan perilaku baik dengan menjalankan sila dan mengembangkan batin. Untuk itu, pada kesempatan yang berbahagia ini, kita berharap semua umat dan tamu undangan yang hadir dapat mempererat tali persaudaraan, meningkatkan kerukunan, persaudaraan dan keharmonisan,” kata Leonardy Tjhai.

Atas terlaksananya peletakan batu pertama pembangunan Kelenteng Thian Bong Kiung, dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang ikut mendukung kegiatan tersebut.

“Saya menyampaikan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga   semua yang hadir diberikan berkah keselamatan, kesehatan, kesuksesan dan rejeki yang melimpah. Kita berharap pembangunan Kelenteng Thian Bong Kiung ini, dapat diselesaikan sesuai waktu yang diharapkan,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, dirnya mengajak seluruh umat Buddha, Tao, dan Konghucu agar senantiasa menjaga kerukunan umat beragama. Menurutnya, selama ini kerukunan umat beragama di Kota Singkawang sangat baik dan suasana selalu kondusif.

“Dalam kesempatan berbahagia ini, saya mengajak seluruh masyarakat Kota Singkawang, khususnya umat Buddha, Tao, dan Konghucu untuk bersama-sama menciptakan suasana yang aman, damai dan kondusif, saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Meski terdapat perbedaan antar suku, ras, agama maupun antar golongan, tetapi perbedaan itu tidak membuat kita terpecah, malah sebaliknya di antara kita saling menghormati dan menghargai serta mengedepankan toleransi. Ini semua merupakan modal utama kita untuk
membangun daerah ini,” pungkasnya. (Rio Dharmawan)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.