Jakarta – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan pada semester I 2026 digelar “groundbreaking” ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) konsorsium Huayou dan EVE Energy yang berkolaborasi dengan perusahaan nasional seperti Antam, IBI dan DBL.
“Insyaallah tahun ini juga kami melakukan ‘groundbreaking’, dalam arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto), kami bisa lakukan semester pertama,” ujar Bahlil setelah penandatanganan konsorsium Antam–IBI–HYD di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jakarta, Jumat.
Setelah berbagai persiapan selesai, lanjut dia, maka bisa dilakukan “groundbreaking”. Bahlil menjelaskan bahwa proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) konsorsium Huayou ini merupakan lanjutan dari proyek ekosistem baterai EV yang sebelumnya digarap oleh konsorsium LG.
Proyek tersebut sebelumnya disepakati antara Indonesia dan LG Energy Solution dari Korea Selatan pada 18 Desember 2020.
Indonesia Grand Package mencakup pengembangan rantai pasok baterai EV secara terintegrasi, mulai dari penambangan hingga produksi baterai.
Proyek Indonesia Grand Package menargetkan pembangunan baterai kendaraan listrik dengan kapasitas 30 GWh.
Dalam perjalanannya, LG sudah membangun 10 GWh pertama dan kini tersisa 20 GWh yang akan dilanjutkan oleh Huayou.
LG dikabarkan keluar dari proyek Indonesia Grand Package pada awal 2025, yang kini digantikan oleh Huayou.
“Ini lokasinya nanti ada dua, untuk baterai mobilnya itu di Jawa Barat, tetapi kalau untuk smelter, prekursor, katodanya, dan HPAL-nya itu di Halmahera Timur, Maluku Utara. Karena lokasi tambangnya di Halmahera Timur,” ucap Bahlil.
Bahlil menyaksikan penandatanganan kerangka kerja sama (Framework Agreement) oleh konsorsium Antam–IBI–HYD, yang menandai terbentuknya kemitraan resmi dalam merealisasikan proyek ekosistem baterai listrik terintegrasi.
Penandatanganan kerangka kerja sama ini, sambung Bahlil, dilakukan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBI), bersama mitra strategis global Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. untuk mempercepat pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Indonesia.
Adapun kolaborasi ini juga melibatkan HYD Investment Limited, sebuah konsorsium dari Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. dan EVE Energy Co., Ltd., serta PT Daaz Bara Lestari Tbk.
(Antara)