ASOSIASI MAINAN INDONESIA (AMI) MERAYAKAN HUT KE-08

0 35

InhuaOnline, Jakarta –  Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) merayakan HUT ke-08 di Restoran Hao Di Fang, Mall Season City Lt. P4. Jakarta (09/06/2022). Perayaan HUT AMI ke- 08 dihadiri oleh Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto yang juga adalah Dewan Pembina AMI, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan, Ketua AMI Sutjiadi Lukas dan Pengurus beserta Anggota AMI yang di Jakarta dan di daerah, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Dirjen Ikma) Reni Yanita, Nyoman, Pangdam yang diwakili oleh Kol Infantri Erwin F, Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag Veri Anggriono Sutiarto, CEO dan Founder EL JOHN Indonesia Martinus Johnnie Sugiarto, Roedy Irawan Ketua P4BI dan beberapa pengurus, para mitra AMI (succofindo, Anindya), Ketua PTKI Tjhai Leonardi, Ketua Dewan Pengawas PTKI Leonardus dan tamu undangan serta tamu undangan dari Malaysia GM Klang, PPM (Eddy, Kenny dan lainnya).

Sambutan Ketua Umum Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) Sutjiadi Lukas

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dan dilanjutkan dengan berdoa
bersama yang dipimpin oleh Taufik Mampuk. Kendro Halim, Ketua Panitia yang memberikan laporan atas terselenggaranya HUT ke-8 AMI atas dukungan dan support dari semua pengurus dan anggota. AMI yang berdiri pada 06 Juli 2014 lalu sudah delapan tahun. Dua tahun setengah kita menghadapi pandemic Covid 19 sehingga AMI baru dapat menyelenggarakan HUT ke-08 dan moment ini menjadikan AMI semakin semangat memajukan industri mainan Indonesia. AMI terus berkontribusi untuk bangsa dan negara.

Kendro Halim, Ketua Panitia memberikan laporan

Dan didepan ada dipamerkan beberapa mainan dari para anggota AMI. Bila ada kekurangan mohon dapat dimaafkan dan sekali lagi saya ucapkan Selamat Ulang Tahun AMI ke-08.

Sutjiadi Lukas Ketua Umum Asosiasi Mainan Indonesia (AMI)  memberikan kata sambutan
diawali dengan menyapa para tamu undangan. Bersyukur dapat berkumpul bersama
merayakan HUT AMI Ke-08, banyak suka dan duka yang dialami oleh AMI , perjuangan dan
tantangan dihadapi bersama.

Sambutan dari Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Dirjen Ikma) Reni Yanita

Dari permasalahan SNI, Razia aparat penegak hukum, regulasi dari pemerintah yang belum siap tetapi dipaksakan sehingga membuat resah para pengiat bisnis mainan anak Indonesia. Tetapi tantangan ini menjadi baik karena berkat kerja keras dan kebersamaan pengurus AMI serta komunikasi yang baik dengan instansi terkait maka semua dapat dilewati dengan baik pula.

Segenap pengurus AMI sudah berkomitmen dalam bekerja tidak mengutamakan kepentingan kelompok ataupun golongan, akan tetapi bekerja untuk kepentingan bersama untuk perkembangan bersama bisnis mainan anak Indonesia.

Sambutan dari Daniel Johan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI

AMI tidak melihat berapa banyak anggota tetapi yang diutamakan adalah kualitasnya apakah pengusaha itu mempunyai ijin-ijin yang lengkap, semua yang akan menjadi anggota akan diselektif dengan dua tahapan. AMI tidak mau menjadi tempat sampah bagi para petualang-petualang bisnis. Kami ingin AMI menjadi asosiasi yang mempuyai anggota yang benar dan berbisnis sesuai dengan regulasi yang ada.

Sebelum Covid AMI melaksanakan program pemerintah yaitu bekerja dengan pemerintah
Tiongkok mensukseskan one belt one road (jalur sutera), sekarang kita sedang merintis
dengan pihak Malaysia yaitu GM Klang dalam mensukseskan ekspor Industri mainan anak
Indonesia dengan membuat paviliun Indonesia di Malaysia yang berfungsi sebagai
showroom produk mainan Indonesia.

Terima Kasih kepada Dato Lim Seng Kok yang sebagai ower dari GM Klang yang mensupport
AMI. Kami membuka seluas-luasnya kepada para produsen lokal untuk dapat memperkenalkan produk-produknya di Paviiun Indonesia yang ada di Malaysia dengan
target Asia Tenggara pada umumnya dan Malaysia khususnya.

Sambutan dari Darmadi Durianto Anggota Komisi VI DPR RI yang juga adalah Ketua
Dewan Pembina AMI

Program ini untuk jangka panjang untuk para produsen yang ingin memasarkan produknya, target AMI bulan Oktober, mudah-mudahan pada HUT Kemerdekaan RI bulan Agustus sudah dapat dibuka. Apa yang dikerjakan AMI ini dapat terlaksana dengan bergandeng tangan bekerja bersama dan tentu dengan support dari pemerintah dalam hal ini khususnya kementerian perindustrian dibawah dirjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka.

Semua ini untuk mensukseskan program pemerintah yaitu Bangga Buatan Indonesia.
Kami masih butuh barang impor, gunanya untuk alih teknologi untuk mengetahui
perkembangan teknologi mainan anak di luar, yang sekarang dapat dipenuhi adalah mainan
anak kelas menegah ke bawah.

Pemberian Cinderamata kepada para tamu undangan oleh Ketua Umum Asosiasi
Mainan Indonesia (AMI) Sutjiadi Lukas

Kami ingin melangkah ke depannya untuk mainan yang kelas menengah ke atas, mainan yang berteknologi. Kita masih bergantung pada pasokan spare part karena di dalam negeri masih belum bisa bersaing dengan spare part dari luar.

Perlunya bantuan dari kementerian Perindustrian dapat membantu bukan hanya di hilir tetapi juga dihulunya. Agar kita bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri dengan produk mainan yang bermutu dan mendidik serta untuk keselamatan anak.

Sambutan dari Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Dirjen Ikma) Reni
Yanita. Apresiasi untuk AMI Ketika pelaku usaha ingin menjadi anggota sudah mempunyai
rambu-rambunya, dari ijin, legalitas serta produknya ber SNI.

Jangan dipandang SNI wajib ini menjadi standar untuk berjualan di Indonesia, produknya aman dipakai. Melalui HUT AMI ke-08 ini kita bangun Kembali kolaborasi bersama demi mewujudkan industri mainan yang berdaya saing.

Memang tidak dapat dipungkiri ada beberapa komponen yang masih impor, karena ketersediaan di dalam negeri dan perhitungan ekonomisnya. Kami bersyukur AMI sudah naik kelas dari yang tadinya importir sekarang menjadi produsen, harapannya anggota AMI yang tercatat dapat di klasifikasi mana yang masih industri kecil dan mana yang sudah menjadi produsen. Selamat kepada AMI yang memasuki usia ke-08 harapannnya dengan usia ke-08 AMI makin lebih baik lagi dan terus berkerjasama dengan kementerian perindustrian.

 

Pada kesempatan ini , kami menyampaikan kebijakan pemerintah terkait dengan himbauan
ataupun keharusan dalam mengalokasikan belanja kementerian Lembaga / BUMN minimal
sebesar 400 Trilyun harus dibelanjakan terhadap produk-produk dalam negeri.

Ketua AMI Sutjiadi Lukas didampingi Bendahara AMI Meiling Zhang foto bersama dengan para perwakilan dari Malaysia GM Klang dan PPM

Ini kesempatan bagi anggota AMI dalam memanfaatkan peluang ini dengan mendaftarkan
produknya untuk mendapatkan sertifikat TKDN. Saya melihat beberapa yang dipamerkan
ada potensi belanja oleh kementrian dikbud karena ada mainan edukasi, mainan yang dapat
dipenuhi anak-anak didik atau paud.

Ada bantuan dari pemerintah dalam melakukan sertifikasi tersebut dengan bisnis matching agar produk lokal dapat bersaing dengan produk impor. Agar kita bisa memperbaiki sisi hulunya dan akhir kata saya ucapkan semoga AMI kedepannya makin maju dan berkolaborasi meningkatkan daya saing dari industri mainan.

Sambutan dari Daniel Johan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Selamat Ulang tahun ke-08 untuk AMI, angka 08 angka Hoki, mudah-mudahan tahun ini AMI melesat tinggi, ujar Daniel.

Tadi sudah disampaikan bahwa visi Indonesia itu kedepan kita harus bagaimana membangkitkan industri dalam negeri, salah satunya kebijakan afirmatifnya adalah 400 trilyun yang sudah diwajibkan agar itu diserap untuk meningkatkan produk dalam negeri. Tetapi yang sering ditemukan teori dan praktek, bumi dan langit, kata Daniel. Kita di DPR keras, karena kita ingin industri dalam negeri maju, faktanya penyerapan 400 triyun itu setengah hati, harus ini harus itu, tidak tahu di mainan. Bagaimana pemerintah itu mempunyai badan khusus,
panitia khusus yang benar membantu industri kecil untuk mempunyai SNI misalnya.

Bagaimana indutri kita mempunyai SNI sampai satu titik industri dalam negeri menguasai
produk-produk kita sehingga tidak perlu lagi impor, tutur Daniel. Selamat bagi AMI yang berulang tahun ke-08 industri-industri mainan bisa menjadi tuan rumah dan menjadi tidak
menjadi sasaran pasar saja, karena barang impor lebih murah, Selamat ulang tahun AMI,
tutup Daniel.

Sambutan dari Darmadi Durianto Anggota Komisi VI DPR RI yang juga adalah Ketua Dewan
Pembina AMI, Selamat Ulang Tahun AMI ke-08, angka 08 angka hoki, infinitive loop, saya
rasa peran ketua sangat besar sekali, ujar Darmadi. Saya kenal lama dengan AMI, saya
mengharapkan adanya sinergi antara pemerintah dengan pengusaha terutama mainan.
Banyak masalah dan curhat dari AMI mengenai iklim-iklim usaha di Indonesia, kita dari DPR
juga siap membantu para pengusaha agar bisnisnya lancar dan tambah maju.

Bila ada keluhan sampaikan saja dan akan kita verifikasi mengenai masalah-masalah yang
menghambat industri mainan, SNI, LS Pro itu dirasakan sekali, permenpri dianggap tidak
kondusif, banyak dikritik dikoran, yang tidak lain untuk memajukan para pelaku usaha
terutama industri mainan.

Foto bersama para pengurus dan anggota AMI dengan para tamu yang hadir

Anggota AMI bisa berdaya saing untuk memajukan ekspor, kita sangat berterima kasih bila ada investasi yang masuk ke Indonesia. Saya harapkan AMI semakin maju, semakin professional dan semakin bisa mengembangkan berdaya saingnya, semakin bisa memanfaatkan potensi produk dalam negeri dan harus banyak melakukan peningkatan ekspor ke negara-negara lain. Sekali lagi selamat ulang tahun dan bersinergi bersama, ujar Darmadi mengakhiri sambutannya.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun, bersulang bersama dan pemberian
cindera mata kepada para tamu undangan, serta acara pemberian doorprize yang diisi dengan hiburan lagu dan diakhiri dengan foto bersama. (spn)

Leave A Reply

Your email address will not be published.