Aksi Mogok Massal Tolak Sistem Pensiun di Perancis Masuki Hari Ke-2

0 11

Paris – Pemogokan nasional menentang rencana reformasi sistem pensiun yang melumpuhkan sebagian besar Perancis memasuki hari ke-dua, Jumat.

Kekhawatiran bahwa perombakan sistem pensiun yang diusulkan itu akan memaksa jutaan orang bekerja lebih lama atau mendapat tunjangan yang kurang menarik telah memicu pemogokan, menghentikan sebagian besar kegiatan di negara itu.

Puluhan ribu pekerja di Perancis meninggalkan pekerjaan mereka hari Kamis sementara serikat-serikat pekerja melakukan mogok nasional menentang rencana Presiden Emmanuel Macron untuk merombak sistem pensiun di negara itu.

Pemogokan itu menutup transportasi, memaksa sebagian besar sekolah ditutup, membuat rumah-rumah sakit kekurangan staf dan layanan dasar pemerintah tidak terpenuhi.

Demonstrasi yang kebanyakan berlangsung damai itu digelar di Paris dan di lebih dari 20 kota lainnya di Perancis.

Aksi Mogok Massal Kacaukan Transportasi di Perancis

Namun kekerasan terjadi di dekat Place de la Republique di bagian timur Paris, di mana ribuan demonstran berkumpul. Sebagian demonstran membakar sebuah trailer konstruksi dan polisi menanggapinya dengan menembakkan gas air mata, kata para saksi.

Polisi juga menggunakan gas air mata terhadap para demonstran di Nantes, kota di bagian barat laut dan Lyon, kota di bagian tenggara Perancis.

Para pemimpin serikat pekerja telah berjanji akan melanjutkan protes sampai Macron meninggalkan rencana perombakan pensiun itu, yang diakui para pejabat akan memaksa pekerja untuk secara bertahap bekerja lebih lama.

Para pejabat hanya memberi sedikit rincian mengenai rencana itu. Tetapi kantor Macron hari Kamis menyatakan bahwa Perdana Menteri Edouard Philippe akan mengungkapkan kerangka kerjanya pekan depan, setelah bernegosiasi dengan serikat pekerja.

Pemogokan ini merupakan ujian bagi kecakapan politik Macron, seorang mantan bankir investasi yang memenangkan jabatan presiden dengan janji akan mengubah Perancis. [uh/lt/voa]

Leave A Reply

Your email address will not be published.