Yayasan Internasional Zhenghe Ganjar Penghargaan Perdamaian untuk Gus Dur

0 6

Tak dipungkiri sosok Gus Dur menjadi bagian sejarah bangsa Indonesia atas jasanya membuka kran kebebasan berbudaya masyarakat Tionghoa serta terus membawa perdamaian dan toleransi. Tak mengherankan bila Zhenghe International Peace Foundation (ZIPF) menganugerahi penghargaan sebagai tokoh perdamaian.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Hayun Ma Direktur ZIPF kepada istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid didampingi putrinya, disaksikan Bambang Sujanto pendiri Masjid Cheng Hoo Surabaya dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Penganugerahan Zhenghe International Peace Award 2019 untuk Alm. Gus Dur dalam rangkaian acara pembukaan Konferensi Internasional Zhenghe ke-5 bertema Indonesia dan Tiongkok Berbagi Nilai dalam Agama, Budaya dan Masyarakat digelar Jatim Expo Surabaya, pada Senin(15/7). 

Hayun Ma mengatakan Gus Dur pantas mendapatkan penghargaan karena turut menciptkan perdamaian terlebih sebagai seorang presiden yang menjamin toleransi. 

Bambang Sujanto menceritakan kedekatannya dengan Alm. Gus Dur hingga mendirikan Masjid Cheng Hoo Surabaya. “Mengenang 20 tahun lalu, saya sering bertemu Alm. Gus Dur yang meminta mendirikan Masjid Cheng Hoo. Saya bertanya siapa Cheng Hoo itu, Gus Dur pun menjelaskan panjang lebar,” ujar Bambang Sujanto membuka cerita.

Cheng Hoo itu pahlawan perdamaian yang mengelilingi dunia tujuh kali membawa perdagangan dan persahabatan tapi tidak pernah menjajah semua negara yang dikunjunginya, tutur Bambang Sujanto menirukan penjelasan Gus Dur. Cheng Hoo pun pulang ke negaranya dan melapor kepada sang raja bahwa misi perdamaiannya telah sukses terutama jalinan persahabatan dengan Raja Majapahit Indonesia. Tapi Raja mengatakan tidak sukses. 

Cheng Hoo disuruh balik ke Indonesia bertemu Raja Majapahit dan memintanya menikah dengan Putri Cempa tak lain anak Raja Tiongkok. Raja Majapahit yang beragama Hindu akhirnya memeluk Islam lantas menikahi Putri Cempa, lalu lahirlah Raden Patah tokoh Islam ternama di Demak, itu lah cerita Gus Dur kepada Bambang Sujanto. 

Gus Dur kemudian mengatakan,” Kamu dan saya itu sama. Mari kita berjuang bersama. Maka saya mendirikan Masjid Cheng Hoo untuk menebus dosa saya,” tutur Bambang Sujanto yang melaporkan selama 17 tahun Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) berdiri, kini sebanyak 14 Masjid Cheng Hoo tersebar di berbagai kota di tanah air berkat jasa masyarakat dan pemerintah.

Bambang Sujanto berharap semua meneladani syiar Islam yang dilakukan Laksamana Cheng Hoo dengan mengedepankan keberagaman, toleransi, saling hidup berdampinga demi keutuhan NKRI. Konferensi mampu mempererat komunikasi masyarakat muslim non musim sedunia sebagaimana syiar Islam dilakukan Cheng Hoo, harap Bambang Sujanto. 

Rektor UIN Sunan Ampel, Masdar Hilmi, mengapresiasi Konferensi Internasional Zhenghe yang digelar di kampusnya karena turut mengangkat nama Indonesia. ”Semoga Konferensi Zhenghe menginspirasi seluruh fakultas di UIN Sunan Ampel sekaligus mengangkat nama baik di pangung dunia,” harapnya. 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan Jatim sebagai provinsi yang membangun sinergisitas penuh ketenangan, kedamaian, kenyamanan dan kedinamisan maka layak menjadi tempat terselenggaranya konferensi. Khofifah berharap konferensi muslim dapat memperdalam pemahaman Islam. Hasil dialog antara Islam dan budaya lokal menghasilkan kearifan sehingga menjadikan Indonesia sebagai kiblat dunia. 

Konferensi Internasional Zhenghe ke-5 dengan pembicara 10 orang dari Tiongkok, Malaysia, Taiwan, dan Amerika Serikat, sedangkan pembicara dalam negeri sebanyak 33 orang. Konferensi terselenggara atas dukungan Pemprov Jatim, serta kerjasama YHMCHI, NU Muhammadiyah, UIN Sunan Ampel, Univ. Machung Malang, dan Masjid Cheng Hoo Banyuwangi. 

Acara pembukaan di Jatim Expo dihadiri 3500 undangan hadir Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, perwakilan negara sahabat, para ulama, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, madrasah, dan masyarakat. Acara dimeriahkan Sanggar Kemuning, Paduan Suara Cheng Hoo, Lalare Orchestra Banyuwangi dan El Kiswah Gambus. Penonton pun dibuat takjub penampilan Barongsai mengiringi Tari Sufi yang terkenal. Gubernur Jatim mewakili panitia acara memberikan santunan kepada anak yatim piatu.(AV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.