WHO Rekomendasikan Gaya Hidup Sehat untuk Kurangi Risiko Demensia

0 9

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Selasa (14/5) merilis pedoman baru untuk mengurangi risiko demensia, merekomendasikan gaya hidup sehat termasuk olahraga teratur, tidak merokok, menghindari penggunaan alkohol yang berbahaya, dan mengendalikan berat badan.

Pedoman baru ini memberikan basis pengetahuan bagi penyedia layanan kesehatan untuk memberi saran kepada pasien tentang apa yang dapat mereka lakukan untuk membantu mencegah penurunan kognitif dan demensia. Rekomendasi khusus untuk mengurangi risiko demensia termasuk aktivitas fisik yang teratur, tidak merokok, diet sehat dan seimbang, menghindari minum alkohol yang berbahaya dan berbahaya, pelatihan kognitif untuk orang dewasa yang lebih tua, dan partisipasi sosial dan dukungan sosial.

WHO juga menganjurkan manajemen yang tepat dari berbagai indikator kesehatan seiring bertambahnya usia, seperti yang terjadi pada usia paruh baya dan obesitas, hipertensi, diabetes mellitus, dislipidemia, depresi, dan gangguan pendengaran.

Pedoman ini akan berguna bagi pemerintah, pembuat kebijakan dan otoritas perencanaan untuk membimbing mereka dalam mengembangkan kebijakan dan merancang program yang mendorong gaya hidup sehat, kata WHO.
WHO sangat merekomendasikan agar negara-negara mengelola tantangan kesehatan yang berkembang dari demensia dengan membuat kebijakan dan rencana nasional, elemen penting di antaranya adalah dukungan untuk penjaga orang dengan demensia.

Demensia adalah penyakit yang ditandai oleh kemunduran fungsi kognitif di luar apa yang mungkin diharapkan dari penuaan normal. Ini mempengaruhi memori, pemikiran, orientasi, pemahaman, perhitungan, kapasitas belajar, bahasa dan penilaian. Demensia dihasilkan dari berbagai penyakit dan cedera yang memengaruhi otak, seperti penyakit Alzheimer atau stroke.

Statistik WHO menunjukkan bahwa demensia adalah masalah kesehatan masyarakat global yang berkembang pesat. Di seluruh dunia, sekitar 50 juta orang menderita demensia, dengan hampir 60 persen tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Jumlah total penderita demensia diproyeksikan mencapai 82 juta pada 2030 dan 152 juta pada 2050.

Sementara usia adalah faktor risiko terkuat yang diketahui untuk penurunan kognitif, demensia bukanlah konsekuensi alami atau tak terhindarkan dari penuaan, kata WHO. Studi telah menunjukkan hubungan antara perkembangan demensia dengan faktor risiko terkait gaya hidup, kondisi medis tertentu, dan faktor risiko lain seperti isolasi sosial dan kurangnya aktivitas kognitif.

Leave A Reply

Your email address will not be published.