The news is by your side.

Walikota Singkawang Meresmikan Kelas Transisi Pusat Layanan Autis

10

Kota Singkawang memiliki Pusat Layanan Autis yang menjadi percontohan di Kalimantan Barat. Pusat layanan bagi anak berkebutuhan khusus ini kita harapkan menjadi solusi dalam pelayanan yang harus dipenuhi untuk menjadikan Singkawang sebagai Kota Layak Anak.

Demikian disampaikan Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie, disela acara peresmian Kelas Transisi Pusat Layanan Autis Jalan Demang Akub, Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, Sabtu 3 November 2018.

Peresmian ditandai pengguntingan pita ruang transisi dilakukan Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, HM. Nadjb, disaksikan Kepala Pusat Layanan Autis Kota Singkawang Nirwana Isamail.

Usai peresmian dilanjutkan dengan peninjauan ruang kelas transisi dan pemotongan nasi tumpeng.

Tjhai Chui Mie menyampaikan, kelas transisi pusat layanan autis sangat penting keberadaannya untuk mempersiapkan anak-anak berkebutuhan khusus memasuki pendidikan formal. Semua pihak tanpa terkecuali diminta untuk memberikan dukungan.

“Suatu hal yang membanggakan bagi Kota Singkawang yang dipilih oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk memberikan layanan terapis bagi siswa istimewa. Akses layanan terapis autis ini, kita harapkan tidak hanya sebatas melayani masyarakat di Kota Singkawang, bahkan melayani masyarakat di Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Bengkayang,” kata Tjhai Chui Mie.

Kepada perwakilan sekolah, dirinya meminta untuk melakukan deteksi dini dan mendata siswa yang tergolong istimewa. Jika terdapat siswa istimewa, maka pihak sekolah melibatkan orang tua untuk berkoordinasi langsung dengan PLA.

“Jika ditemukan siswa istimewa agar dikoordinasikan ke PLA. Hal ini menjadi penting, agar tidak terdapat diskriminasi, pem-bully-an bahkan tindakan-tindakan yang menjurus pada pembatasan hak anak untuk bersosialisasi, bermain dan belajar dengan nyaman di sekolah. Selain itu, pembekalan pengetahuan guru tentang bagaimana cara penanganan anak-anak istimewa harus secara intensif diberikan,” pesannya.

Ketua Pusat Layanan Autis (PLA) Kota Singkawang, Hj Nirwana Ismail mengajak orang tua dan masyarakat agar lebih menyayangi anak-anak autis, dan tetap memperlakukan mereka seperti anak normal lainnya.

 

Ia menjelaskan, saat ini ada 33 anak yang terindikasi autis di Pusat Layanan Autis Singkawang yang dibantu oleh 10 tenaga terapis.

“Berbeda dengan sekolah formal, dimana satu guru bisa menangani 30 peserta didik, tetapi untuk Pusat Layanan Autis ini satu guru terapis hanya bisa melayani satu orang anak saja. Sampai saat ini jumlah peserta didik terapi semuanya berjumlah 33 orang yang berasal dari daerah Singkawang, Selakau, Pemangkat dan Sambas. Sedangkan Guru Terapis yang ada hanya berjumlah 10 orang. Jumlah yang ada ini tentunya masih belum mencukupi. Untuk itu, dalam kesempatan peresmian kelas transisi ini, kita berharap Pemerintah Kota Singkawang dapat menambah tenaga terapi minimal 5 orang maka semua yang ada dalam daftar tunggu dapat kita masukkan dalam peserta terapi reguler seluruhnya,” ungkapnya.

Disampaikan Nirwanan, fasilitas yang ada di Pusat layanan Autis cukup representative, walaupun masih perlu penambahan pengembangan dan penyempurnaan.

Adapun fasilitas yang dimiliki, disampaikan Nirwana meliputi gedung PLA 2 tingkat terdiri dari ruang terapi okupasi, ruang terapi fisioterapi, ruang terapi bermain, ruang terapi action, ruang terapi perilaku , ruang terapi wicara, ruang bina diri, ruang transisi, ruang terapi visual, ruang tenang, mushola, ruang pembelajaran, ruang pengembangan, perpustakaan, biomedik, poliklinik, ruang informasi, ruang operator CCTV, ruang kepala, ruang administrasi, ruang arsip, ruang kosultasi, ruang tamu, dapur, dan WC  sebanyak 13 buah.

“Dengan fasilitas penunjang ini, kami bertekat senantiasa akan selalu meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kemampuan kami secara maksimal dan secara berkelanjutan untuk mengembangkan profesionalitas kerja serta memanfaatkan fasilitas yang ada secara efektif dan efisien. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu meridhoi rencana dan maksud baik kami serta memberikan bimbingan dan kekuatan dalam pengabdian kami terhadap sesame,” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.