Walikota Singkawang Menghadiri Dhammasanti Waisak 2563 BE

0 13

Singkawang-Harian InHua. Ribuan umat Buddha Kota Singkawang, mengikuti acara perayaan Dharmasanti Waisak 2563 Buddhis Era, bertempat di gedung Sunmoon, Jalan Kalimantan, Kota Singkawang, Sabtu 25 Mei 2019.

Hadir dalam acara itu, Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie, Pembimas Buddha Kantor Kementerian Agama Propinsi Kalimantan Barat, Narioto, Kasi Bimas Buddha Kota Singkawang, Warsito, Camat Singkawang Tengah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama serta undangan lainnya yang berasal dari Sambas dan Bengkayang.

Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Dhammapadda yang disampaikan muda-mudi Vimala Chanda Arama dilanjutkan tarian Buddhis yang dipersembahkan anak-anak TK Metta Kota Singkawang.

Ketua Panitia Waisak Bersama Kota Singkawang Chandra Bun Tantono dalam sambutannya menjelaskan, Waisak merupakan salah satu hari raya yang diperingati umat Buddha Kota Singkawang, setiap tahunnya, yang mengingatkan tiga peristiwa penting yang dialami sang Buddha Gautama semasa hidupnya.

“Malam ini, kita semua diingatkan kembali akan tiga peristiwa agung yang sangat berharga bagi umat Buddha di seluruh dunia yaitu, Kelahiran Pangeran Siddhattha di Taman Lumbini, Pencapaian Penerangan Kesempurnaan Pertapa Gotama menjadi Buddha di Buddhagaya, dan pencapaian mahaparinibbana, Buddha Gautama di Kusinara. Hari raya Trisuci Waisak merupakan hari yang teramat penting bagi umat Buddha Kota Singkawang. Di hari yang keramat ini, kami mengajak seluruh umat Buddha, untuk senantiasa berpedoman kepada ajaran Buddha Dhamma. Walaupun Sang Buddha telah lama mangkat, namun hingga kini ajaran Sang Buddha tetap abadi. Buddha Dhamma, apabila dihayati dan diamalkan dengan baik, akan membawakan berkah kebahagiaan tidak hanya untuk kehidupan sekarang, namun juga untuk kehidupan mendatang. Kami segenap panitia, mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kerjasama kepada semua pihak yang turut mendukung suksesnya perayaan Trisuci Waisak 2563 BE. Semoga berkah Waisak mendatangkan kebahagiaan bagi kita semua,” ujar Chandra Bun Tantono.

 

Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie dalam sambutannya mengatakan, bahwa semua umat beragama termasuk umat Buddha, harus patuh terhadap hukum agama dan hukum Negara.

“Apa yang disampaikan oleh Wakil Ketua panitia, terkait tema Waisak tadi, sudah sesuai dengan ajaran Buddha, bahwa setiap makhluk di dalam dirinya memiliki benih-benih kebuddhaan. Benih-benih Buddha inilah yang senantiasa harus ditanamkan ke dalam tindak perbuatan sehari-hari. Pesan ini saya sampaikan, karena setiap agama mengajarkan nilai-nilai kebaikan, keharmonisan dan kedamaian,” kata Tjhai Chui Mie.

Dalam kesempatan tersebut, Tjhai Chui Mie menyatakan rasa bangga dan apresiasi kepada panitia dan segenap umat Buddha, atas terselenggaranya acara Dharmasanti Waisak di gedung Sunmoon.

Ia mengajak segenap umat Buddha Kota Singkawang untuk meningkatkan toleransi dan menciptakan tri kerukunan umat beragama. Menurut Tjhai Chui Mie, toleransi dan kerukunan adalah modal utama dalam memajukan pembangunan di segala bidang.

Dikatakannya, bahwa  Pemerintah Kota Singkawang beserta seluruh jajaran selalu, mendukung setiap kegiatan yang mengatasnamakan toleransi dan kerukunan antar umat.

“Di samping itu saya harapkan umat Buddha harus meningkatkan kualitas keimanan yang menjadi titik renungan, guna memperbaiki diri. Marilah kita secara bersama-sama dengan seluruh masyarakat, untuk senantiasa memelihara nilai-nilai persatuan dan kesatuan demi terciptanya kehidupan yang aman, damai dan kondusif,” harapnya.

Senada disampaikan Pembimas Buddha kantor Kementerian Agama Propinsi Kalimantan Barat, Narioto mengatakan, setiap umat Buddha di dunia ini, seyogyanya, harus berusaha menanamkan sifat-sifat luhur dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat mencapai kebenaran atau kebaikan hidup.

“Dalam perayaan Waisak, jelaslah bahwa setiap makhluk memiliki jiwa Buddha, berpotensi menjadi Buddha apabila teguh berlatih dan mengembleng watak sejati ke-Buddhaannya. Bagaikan sebuah ladang yang siap ditanami benih-benih kebajikan. Apabila lading tersebut, tidak ditanami tanaman bermanfaat maka rumput ilalang akan tumbuh subur. Demikian hal nya bila dalam hidup, tidak dimanfaatkan untuk berbuat baik, maka menjadi sia-sia lah terlahir sebagai manusia.  Satu kebajikan bila dilakukan dengan tulus ikhlas, tanpa pamrih maka jasa pahalanya sungguh besar. Apalagi bila kebajikan dilakukan secara rutin dan berkesinambungan maka jasa pahalanya tidaklah terbatas. Oleh karenanya, berbahagialah dan dimuliakanlah orang yang memiliki bekal kebajikan berlimpah, dapat hidup makmur dan bahagia disemua alam,” ujar Narioto. 

Masih disebutkan Pembimas Buddha, Waisak adalah momentum yang paling tepat untuk introspeksi diri dan mengevaluasikan sikap perilaku. Segala hal yang tidak baik dan bersifat merusak, hendaknya dilenyapkan. Sebaliknya segala hal yang baik dan mendatangkan manfaat hendaknya terus ditingkatkan. 

“Akhir kata, saya mengucapkan selamat merayakan hari raya Trisuci Waisak 2563 BE. Semoga berkah anugerah Hyang Buddha menerangi alam semesta. Teriring doa dan harapan semoga semua makhluk melaksanakan kehidupan yang bijak penuh kebajikan,” pungkasnya.

 

Perayaan Dharmasanti Waisak 2563 BE, tahun 2019 juga dimeriahkan dengan beberapa hiburan, seperti paduan suara, persembahan tarian cinta kasih alam yang dibawakan oleh masing-masing Majelis yang berada dibawah naungan Walubi. (Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.