The news is by your side.

Walikota Singkawang Inginkan Cap Go Meh 2019 Lebih Baik dan Lebih Sukses

0 14

Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie berpesan agar perayaan Imlek 2570 dan Cap Go Meh 2019 mendatang, harus terselenggara lebih baik dari tahun 2018.

Pesan tersebut disampaikan Tjhai Chui Mie saat memberikan pengarahan kepada panitia perayaan Tahun Baru Imlek 2570 dan Cap Go Meh 2019 Kota Singkawang yang memenuhi aula pertemuan rumah dinas Walikota, Jalan Kridasana, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang, Selasa, 20 November 2018.

“Saya tidak bermaksud menyatakan bahwa penyelenggaraan event Cap Go Meh 2018 lalu tidak baik, tetapi untuk event Cap Go Meh 2019 harus dikembangkan dan dikemas lebih baik lagi agar lebih menarik. Untuk itu, saya meminta kepada seluruh jajaran panitia yang telah terpilih untuk bekerja lebih keras dalam mempromosikan dan memperkenalkan perayaan Imlek dan Cap Go Meh, tidak hanya dalam skala nasional namun juga internasional agar masyarakat luas mengenal Singkawang yang memiliki event budaya luar biasa dan wonderful,” kata Tjhai Chui Mie memberikan arahannya.

Menurut Tjhai Chui Mie, salah satu daya tarik utama pada setiap penyelenggaraan Event Cap Go Meh di Kota Singkawang dikarenakan adanya atraksi ratusan Tatung, Naga dan Barongsai, serta atraksi Budaya etnis lainnya.

“Cap Go Meh merupakan event akbar yang mampu membuat semua orang yang melihatnya merasa sangat terkagum. Kalau diperhatikan dengan sungguh-sungguh, festival Cap Go Meh merupakan yang paling meriah di seantero negeri ini. Saat Cap Go Meh, atraksi yang dilakukan oleh para Tatung menjadi sajian utama yang wajib ditonton dan sangat menyita perhatian wisatawan yang berkunjung,” tukasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tjhai Chui Mie mengajak seluruh panitia yang hadir untuk membangun kebersamaan dengan bekerja keras dan cerdas mensukseskan perayaan Tahun baru Imlek 2570 dan festival Cap Go Meh 2018, menuju Singkawang Hebat dan Sejahtera.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Singkawang, saya menyampaikan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia. Mari kita aplikasikan moment kebersamaan dalam rapat pertemuan perdana ini dengan membangun sinergitas guna mewujudkan Singkawang yang lebih baik, Hebat dan Sejahtera. Sukses Cap Go Meh adalah sukses seluruh masyarakat Kota Singkawang,” ajak Tjhai Chui Mie menyampaikan harapannya.

Senada disampaikan Ketua Harian perayaan Tahun Baru Imlek 2570 dan Cap Go Meh 2019, Leonardy Tjhai, bahwa perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang merupakan event terbesar di Indonesia, yang memiliki keunikan yang sulit ditemui di daerah lain, bahkan di negeri Tiongkok sekalipun.

Dikatakan Leonardy Tjhai, event Cap Go Meh di Kota Singkawang, setiap tahunnya selalu ada parade Tatung, Naga dan barongsai serta pagelaran multi etnis yang diikuti seluruh paguyuban.

“Hal tersebut menunjukkan bukan saja pelestarian warisan budaya di Singkawang tapi juga simbol toleransi dan pembauran antar etnis yang harmonis,” ujar Leonardy Tjhai.

Dengan dilaksanakannya multi event tersebut, tidak hanya membawakan dampak positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat Singkawang, tetapi juga bagi masyarakat sekitar seperti Kabupaten Sambas, Bengkayang, dan Mempawah, terutama para pelaku usaha seperti ke pengelola hotel, restoran, rumah makan, pengelola obyek wisata.

“Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa, setiap tahun menjelang perayaan Imlek dan cap Go Meh, akan dikunjungi banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara untuk menyaksikan event tahunan itu, terlebih Cap Go Meh ini merupakan event yang sudah mendunia serta mendapatkan pengakuan dari Unesco,” tukasnya.

Untuk itu, dirinya mengajak semua komponen masyarakat, termasuk para pengelola hotel, restoran, rumah makan dan pengelola obyek wisata untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan pelaksananaan event Cap Go Meh.

Disebutkan Leonardy Tjhai, dukungan dari pelaku usaha khususnya di bidang pariwisata bisa dilakukan dengan memasang edaran yang dikeluarkan dari Kementerian Pariwisata.

“Dari surat edaran itu mewajibkan pemasangan logo Wonderful Indonesia dalam promosi pariwisata. Sementara ‘event’ ini juga menjadi promosi wisata, sehingga ini menjadi komitmen kita dalam menyambut Imlek dan Cap Go Meh,” tuturnya.

Untuk menyukseskan kegiatan itu, Pemkot Singkawang, akan memberikan dukungan dengan berupaya memberikan fasilitas dan regulasi.

Pada prinsipnya, kata dia, pengusaha hotel, restoran, rumah makan dan ODTW sudah siap menyambut event budaya itu.

“Tugas kita semua adalah menjaga warisan budaya seperti Festival Cap Go Meh agar tidak hilang. Untuk itu, mari kita bersama-sama mengemas event Cap Go Meh, semenarik mungkin, guna menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung. Dengan dikemas sedemikian rupa, festival tersebut, kita harapkan kunjungan wisatawan ke Singkawang terus meningkat sehingga dapat memicu pembangunan hotel-hotel dan perbaikan sejumlah sarana pendukung pariwisata,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Leonardy Tjhai meminta seluruh panitia untuk mempererat kerjasama dalam memantapkan persiapan penyelenggaraan puncak Cap Go Meh yang akan dipusatkan di stadion Kridasana, Jalan Pelita, Kota Singkawang. Bahkan untuk mensukseskan event akbar tahunan tersebut, dirinya saat ini tengah mempersiapkan replica Barongsai Raksasa berukuran 8 x 8 meter untuk ditampilkan di lapangan Kridasana.

Melihat pengalaman tahun sebelumnya, dia melihat antusias masyarakat sekitar cukup baik terhadap penyelanggaraan Cap Go Meh, karenanya panitia penyelenggara kegiatan juga memberikan tempat bagi para Pedagang dan pelaku usaha untuk turut berjualan di sekitar area pelaksanaan seni budaya Imlek dan Cap Go Meh di stadion Kridasana.

“Tahun ini kami tetap menyediakan tempat bagi para pelaku usaha, namun sebelumnya didata agar saat berjualan mereka bisa lebih tertib dan bisa membantu kami untuk sama-sama menjaga suasana aman, dan nyaman sepanjang rangkaian kegiatan Imlek dan Cap Go Meh,” paparnya.

Kendati untuk penyelenggaraan Cap Go Meh tahun 2019 berdekatan dengan Pilpres dan pilcaleg, ia berharap panitia dan masyarakat yang peduli dengan pelestarian budaya Tionghoa, untuk mengupayakan agar perayaan puncak Cap Go Meh tahun 2019 bisa jauh lebih semarak dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau ditanya berapa total jumlah Tatung, Naga serta Barongsai yang akan turut serta dalam kegiatan, untuk saat ini kita belum bisa memastikan jumlahnya. Namun kita akan berusaha keras untuk menampilkan sebanyak mungkin. Yang jelas perayaan Tahun baru Imlek dan Cap Go Meh di tahun 2019, bisa berlangsung dengan baik dan lebih sukses lagi,” ungkapnya. (Rio Dharmawan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.