Universitas Kristen Petra dan Belasan Restauran di Surabaya Meriahkan Good France 2019 Sajikan Citarasa Prancis Serentak Bersama 5 Ribu Peserta di 5 Benua

0 20

Bertempat di Restaurant Bussines Universitas UK Petra, Institut Francais Indonesia (IFI) Surabaya mengadakan pengenalan acara perayaan Gastronomi Prancis sebagai warisan budaya dunia. Good France perayaan vitalitas kuliner Prancis sebagai penghubung nyata antara para chef di seluruh dunia. 

Good France atau Gout de France (Citarasa Perancis) diluncurkan pada 2015, diprakarsai Kementrian Luar Negeri Prancis dan Chef Alain Duccasse. Budaya Gastronomi Prancis tercatat sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda UNESCO. Good France dirayakan setiap 21 Maret, maka seluruh restoran di dunia menawarkan pengalaman seni hidup Prancis kepada para tamu dengan menampilkan inovasi, nilai kebersamaan, kesenangan, dan perilaku makanan sehat tidak hanya bagi tubuh tapi juga bumi. 

Pada tahun lalu, Good France diikuti 3.000 peserta, sedangkan 2019 diikuti 5.000 peserta di 5 benua dan juga digelar di Kedutaan Besar Prancis dan Konsulat serta kota yang ditempati jejaring Institut Francais di 152 negara. 

Tahun 2018 tercatat  40 restoran di Indonesia berpartisipasi dalam acara Good France yang meningkat jumlahnya pada tahun ini menempati posisi terbanyak teratas setelah Polandia, Yunani dan India. Seluruh peserta restoran dari berbagai penjuru dunia terdaftar di website www.goodfrance.com. Termasuk Indonesia yang tersebar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya dan Bali.

Sebelas restoran di Surabaya bergabung menyajikan hidangan ala Prancis di Festival Internasional Gastronomi 2019. UK Petra satu-satunya kampus yang mendukung acara Good France. Sienny Thio Kepala Program Perhotelan UK Petra mengatakan baru pertamakalinya UK Petra berpartisipasi di acara Good France dan berharap bidang pendidikan turut mengeksplore cita rasa kuliner Prancis.

Dalam acara itu, Kepala Bidang Restoran Bisnis Hanjaya Siaputra bersama mahasiswa UK Petra menyajikan masakan Prancis dipadu bahan tradisional Indonesia seperti kluek dan singkong. Bahan tersebut menjadi menu pembuka hingga pencuci mulut yang disajikan di festival kuliner dunia Good France. Masakan lokal menjadi masakan internasional dengan memadukan teknik memasak ala Prancis berbahan lokal, jelasnya.

Hanjaya memperkenalkan masakannya yang lain yakni soto ayam berkuah bening karena kluwek disajikan kering sehingga berasa manis, asin dan gurih. Ide masakan beserta bahannya dipersiapkan beberapa hari sebelumnya bersama para mahasiswa UK Petra.

Direktur Institut Francais Indonesia (IFI) Surabaya Benoit Bavouset  mengatakan Good France digelar tahun kelima dengan tema yang berbeda. Pada tahun ini mengangkat hidangan khas wilayah Provence dekat dengan Laut Mediterania dan masakan ramah lingkungan. 

“Acara pengenalan masakan untuk Good France 2019 di Surabaya sengaja digelar di UK Petra sebagai satu-satunya peserta pendidikan yang berpartisipasi,” jelas Benoit Bavouset yang berharap masyarakat Indonesia turut mencicipi hidangan Prancis yang terkenal tidak hanya sebagai pusat mode dan parfum, tapi juga kuliner bercita rasa tinggi.

Dalam acara tersebut restoran yang berpartisipasi menunjukkan aneka menu masakannya dan pengalaman para chef yang memasaknya.  Seperti Chef Supriono lelaki asal Purwokerto yang ternyata belajar memasak secara otodidak dan pernah ikut Chef Chandra Yudasswara pemandu acara kuliner di salah satu tv swasta. Demikian Chef Rio yang mengaku tertarik menyajikan kuliner Prancis dan menempuh pendidikan hingga ke Kualalumpur Malaysia. (AV)

Leave A Reply

Your email address will not be published.