The news is by your side.

Tuntutlah Ilmu Sampai Ke Negara China: 2 Anak Bangsa Dapat Beasiswa Kedokteran ke China

48

Diva Athalla Sasabilla dan M. Fajar Setyawan, dua siswa berprestasi dari Tanah Datar, Sumatra Barat berhasil mendapatkan beasiswa belajar ke perguruan tinggi di Cina. Dua alumni SMAN 1 Batusangkar akan melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Kedokteran Universitas Hubei Polytechnic.

Ketika keduanya bertemu dengan Bupati Irdinansyah Tarmizi di kantor Kompas Indo Jolito Batusangkar itu. Mereka yang didampingi oleh kedua orang tua dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan disampaikan tentang beasiswa yang mereka peroleh, Jumat (23/06).

Pada kesempatan itu, atas nama pemerintah setempat, bupati menyampaikan ucapan selamatnya serta rasa bangga atas prestasi mereka, menjadi murid yang diundang di Hubei Polytechnic University, “ini adalah berkah bagi ananda dan kedua orang tua,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, “Jadilah duta besar bangsa yang berprestasi, gunakan berkah ini dengan belajar seluas-luasnya seperti Tiongkok yang terkenal di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi medis di dunia sehingga nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan Tanah Datar ”

Irdinansyah juga menyarankan untuk membangun hubungan dengan siswa yang berasal dari berbagai negara di dunia dengan latar belakang etnis, agama dan budaya yang berbeda. Khusus untuk keduanya, Bupati mengingatkan untuk saling membantu, menjaga satu sama lain karena jauh dari orang tua dan saudara.

“Agar ananda berhasil dan dilestarikan dari pengaruh buruk, tetap sholat lima waktu dan selalu berdoa kepada Tuhan. SWT diberi kemudahan dan kesehatan ketika belajar di sebuah negara yang dikenal sebagai Negeri Tirai Bambu,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar Abrar mengatakan bahwa beasiswa ini merupakan program Yayasan Pusat Budaya Tionghoa Indonesia (ITCC) yang diberikan kepada 500 anak Indonesia setiap tahun.

“ITCC sendiri berada di bawah naungan Dahlan Iskan pemilik Jawa Pos Group, yang mendapat kepercayaan dari beberapa universitas di China untuk memilih anak-anak Indonesia terbaik yang belajar di berbagai fakultas dan universitas di China ini,” kata Abrar.

Ia menjelaskan, Tanah Datar mulai tahun ini mendapat kepercayaan dari ITCC dengan sosialisasi yang diadakan di beberapa sekolah menengah di Tanah Datar serta seleksi untuk mendapatkan beasiswa kuliah.

“Alhamdulillah, Diva dan Dawn lulus di Fakulutas Kedokteran dan akan belajar selama 6 tahun,” kata Abrar.

Kelebihan program medis ini, kata Abrar, lulusan akan mendapatkan dua gelar sekaligus, setelah mempelajari ilmu kedokteran umum dan spesialisasi keterampilan bedah akan mendapatkan gelar “Sarjana Kedokteran dan Sarjana Bedah (MBChb), sehingga akan lebih mudah untuk melanjutkan ke tingkat spesialis bedah.

Putri diva pertama Mr. Athosra (Sekretaris RSUD M. Ali Hanafiah Batusangkar) dan Ny. Haslinda dan Dawn putra kedua Bapak Aslamudin (Kepala Kecamatan Sungayang) dan Ibu Sulti Irianti juga memiliki cita-cita yang kuat untuk menjadi dokter.

Orang tua Athosra Diva mengatakan, “Ayah, Diva tidak akan kuliah jika Anda tidak dalam pengobatan,” Athosra menirukan apa yang dikatakan Diva sejak lama.

Dikatakan Athosra, hal ini yang bisa membuatnya gelisah, karena sekolah kedokteran tidak hanya pintar juga butuh biaya yang lumayan, terutama di Indonesia. “Jika lulus dalam biaya PTN lebih ringan, tetapi jika Anda melanjutkan ke universitas swasta, untuk memasukkan hanya biaya Rp 300 juta bahkan dapat mencapai Rp 700 juta untuk kampus-kampus yang berlokasi di Jakarta, karena PNS tentunya sangat memberatkan,” kata Athosra.

“Alhamdulillah, program ITCC tidak hanya mewujudkan impian anak-anak kita tetapi juga mendapatkan beasiswa dari para penyandang dana, tidak ada ucapan terima kasih selain syukur kepada Allah SWT dan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memfasilitasi dan tentu saja untuk ITCC di bawah naungan mantan Menteri BUMN dan CEO Grup Jawa Pos, “kata Athosra.

Hal yang sama juga disampaikan Aslamudin Orangtua Fajar, “Sebagai orang tua, berkah luar biasa dari Allah SWT, cita-cita anak-anak terlaksana, kita sebagai orang tua hidup untuk mendampingi doa dan tidak terlalu memikirkan biaya sebagai ceramah dalam pengobatan di Indonesia, “Kata Aslamudin.

Fajar mengatakan bahwa saat ini ia dan Diva dan siswa lainnya mengikuti martikulasi dengan pengenalan Bahasa Inggris, Mandarin, dan Budaya China selama 5 bulan di Surabaya dan akan berangkat ke China pada bulan Oktober.

Leave A Reply

Your email address will not be published.