Terapi Kesehatan yang Aneh tapi Baik untuk Kesehatan

@ Mariano Sayno / husayno.com/Moment/GettyImages @ Mariano Sayno / husayno.com/Moment/GettyImages
0 18

Tiongkok dikenal sebagai negara yang punya teknik pengobatan tradisional yang dikenal dunia. Bahkan, pengobatan tradisional Tiongkok (atau yang sering disebut dengan TCM, Traditional Chinese Medicine) telah berkembang sangat pesat hingga di dunia pendidikan kedokteran.

Pengobatan ini muncul dan tumbuh dari kebiasaan masyarakat Tiongkok yang memanfaatkan bahan-bahan alam di sekitar mereka. Seiring dengan perkembangan waktu, terapi pengobatan ini bisa menyembuhkan hingga penyakit mematikan sekalipun.

Namun, tidak semua terapi pengobatan lazim, atau bahkan cenderung aneh.

Terapi Urin

Percaya atau tidak, di beberapa bagian di Tiongkok, terapi meminum kencing sendiri sangat populer. Mereka meyakini terapi ini memberikan efek terapeutik atau penanganan medis yang sesuai dengan kebutuhannya, sekalipun belum ada ilmu pengetahuan yang membuktikannya dengan pasti. 

Karen D’Silva/The Image Bank/GettyImages Karen D’Silva/The Image Bank/GettyImages

Pada tahun 2016, Pemerintah Tiongkok sudah melarang terapi aneh ini. Namun, Times of India melaporkan bahwa kebiasaan meminum air seni sepertinya telah menjadi bagian kepercayaan yang tetap populer di belakang larangan dari pemerintah.

Menurut informasi, The China Urine Therapy Association (CUTA) memiliki anggota sekitar 4.000 orang, lengkap dengan group di media sosial, blog serta video viral ketika memuja-muja ritual terapi minum air seni sendiri ini.

Apitherapy

Apitherapy, yang dikenal dengan Terapi Lebah, telah menjadi salah satu terapi yang mulai digali oleh ilmu pengetahuan. Sebuah studi yang diterbitkan oleh sebuah jurnal makanan internasional, Foods, mengatakan bahwa madu memiliki sifat antioksidan, bakteriostatik, anti-inflamasi, antimikroba, serta sifat penyembuh luka dan kulit terbakar.

Kerstin Klaassen/Photographer’s Choice/GettyImages Kerstin Klaassen/Photographer’s Choice/GettyImages

Terapi racun lebah adalah terapi yang paling disukai di Tiongkok untuk radang sendi dan kanker. Mereka percaya melalui sengatan lebah, sakit yang diderita bisa sembuh. Studi yang meneliti keefektifan terapi akupuntur dan racun lebah telah meyakinkan bahwa praktik ini dapat mengobat nyeri radang sendiri secara menjanjikan, sekalipun masih perlu dilakukan penelitian lanjutan. 

Terapi Pukul

Pemukulan juga dijadikan terapi?

Ya, betul. Terapi ini dikenal di Tiongkok dengan nama “pai-da”, (“pai” yang berarti menepuk, dan “da” berarti memukul atau menampar). Terapi ini menitikberatkan pada pukulan ke badan yang diasumsikan akan meregangkan otot sehingga sirkulasi darah bisa lancar dan mengeluarkan “sha” atau racun.

Juanmonino/E+/GettyImages Juanmonino/E+/GettyImages

Jenis terapi ini cukup terkenal sehingga banyak orang yang mau mencobanya. Seoragn wartawan BBC pernah mengalami sakit nyeri lutut. Ia memutuskan untuk mengikuti terapi ini dan sembuh. Namun, hingga saat ini dia masih mempertanyakan apakah hasilnya memang karena penyembuhan alami atau terapi Paida ini. Hingga saat ini belum ada penelitian yang menjelaskan dan membuktikan bahwa terapi ini memang aman untuk dilakukan.

Mengkonsumsi Buaya

Dilansir dari sebuah artikel di Quartz, peternakan buaya adalah salah satu komoditas paling menguntungkan dan diminati. Dari data yang didapat, 85% buaya diekspor ke Tiongkok, Taiwan, dan Hongkong. 

Australian Scenics/Photolibrary/GettyImages Australian Scenics/Photolibrary/GettyImages

Mengapa tiga negara itu mengimpor Buaya?

TCM percaya bahwa dengan mengkonsumsi buaya dapat menyembuhkan penyakit pernapasan seperti asma. Daging buaya disajikan dengan dibuat sup atau seperti sate.

Leave A Reply

Your email address will not be published.