The news is by your side.

Telkomsel Luncurkan Solusi Sistem Manajemen Armada FleetSight

79

Pada 27 November 2017, Telkomsel meluncurkan solusi layanan pengelolaan armada (fleet management) bernama Telkomsel FleetSight. Solusi yang mengusung konsep business-to-business (B2B) ini diluncurkan tak lama setelah Indosat Ooredoo merilis NEXTfleet, layanan yang juga fokus pada solusi pengelolaan armada.

Dalam layanan FleetSight, perangkat telematika berbasis GPS akan disematkan pada armada untuk terhubung dengan platform dashboard pengguna atau pemilik bisnis melalui jaringan seluler Telkomsel. Secara sederhana, Telkomsel menyediakan tiga komponen dalam solusi FleetSight, yakni:

  1. Perangkat untuk dipasang pada kendaraan,
  2. Konektivitas jaringan, dan
  3. Web dashboard bagi pengguna untuk memantau pergerakan armadanya.

GM Fleet Management Telkomsel, Arief Teguh Hermawan, menjelaskan tampilan dashboard FleetSight

Menurut Vice President Internet of Things Telkomsel, Marina Kacaribu, solusi ini diharapkan bisa membantu klien mereka dalam mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan operasional armada. Beberapa masalah yang ia sebutkan antara lain armada yang mengambil rute perjalanan tidak optimal, sehingga jarak tempuh makin jauh dan memboroskan bahan bakar, atau memantau armada yang tampak diam meski tengah dalam waktu operasional.

Solusi ini, kata Marina, juga bisa digunakan untuk memantau hal-hal yang berkaitan keselamatan karyawan saat sedang bekerja. Sebagai contoh, untuk perusahaan tambang yang beroperasi di area terpencil, FleetSight bisa digunakan untuk mengetahui armada yang pintunya terbuka ketika sedang dalam perjalanan.

Pemilik bisnis akan mendapat notifikasi dan bisa menindaklanjuti dengan mencari tahu apa penyebab pintu itu terbuka. Apakah karena sedang menghadapi situasi yang berkaitan dengan tindakan kriminal atau ada alasan lainnya.

Solusi ini diharapkan bisa membantu pengguna dalam mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan operasional armada dengan meminimalkan risiko yang berhubungan dengan investasi kendaraan melalui peningkatan keselamatan, keamanan, efisiensi, dan produktivitas armada.

Marina Kacaribu, Vice President Internet of Things Telkomsel

FleetSight juga bisa digunakan untuk memantau bahan bakar yang diisikan ke dalam armada. Beberapa masalah yang biasa dihadapi pelaku bisnis terkait hal ini adalah jumlah bahan bakar yang diisi ke armada tidak sesuai dengan struk pembayaran karena terjadi mark up harga.

Marina menambahkan, solusi ini cocok digunakan untuk perusahaan yang bergerak di bidang transportasi ataupun logistik. Namun juga bisa digunakan untuk bisnis lain yang mengandalkan armada dalam operasional bisnisnya.

Terkait harga untuk layanan solusi ini, Marina tidak merincinya. Ia hanya mengatakan Telkomsel sudah menyediakan paket berlangganan. Meski begitu, hal ini masih bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan pengguna.

(Kiri-Kanan) Direktur Sales Telkomsel Sukardi Silalahi, Direktur Planning & Transformation Edward Ying, Direktur Utama Ririek Adriansyah, dan Vice President Internet of Things Marina Kacaribu saat peluncuran Telkomsel FleetSight

Andalkan jaringan luas sebagai strategi bersaing

Telkomsel bukan satu-satunya pihak yang menyediakan layanan solusi fleet management di Indonesia. Selain Indosat, ada juga PT Digitalinstincts Teknologi (DIT) yang menawarkan layanan serupa bernama Traxia.

Menyadari Telkomsel bukan pemain tunggal dalam bisnis ini, Marina menuturkan pihaknya memiliki strategi dengan mengandalkan cakupan jaringan Telkomsel di wilayah Indonesia. Dengan cakupan jaringan yang luas, Telkomsel mengklaim bahwa solusi ini mampu bekerja dengan baik meski diterapkan pada daerah terpencil. “Kartu SIM yang kami tawarkan juga industrial grade, sehingga heat resistant dan water proof,” kata Marina.

read also

Selain itu, pihaknya juga menawarkan kemudahan dalam proses pemasangan ataupun perawatan perangkat. Pengguna tak perlu pusing mengutak-atik sendiri ketika ingin memasang perangkat pada armada atau jika terjadi kerusakan karena semua akan ditangani pihak Telkomsel. “Tapi jika konsumen ingin beli perangkat secara langsung, kami juga terbuka. Jadi kami tawarkan fleksibilitas dari sisi bisnis konten,” ucapnya.

Adapun menurut Marina, penetrasi solusi fleet management masih cukup rendah. Untuk meningkatkan penggunaan solusi ini, pihaknya turut membantu hingga konsumen merasakan dampak pada proses bisnisnya. “Jadi enggak bisa pasang terus tinggal. Kami bantu sampai dampaknya terasa. Apakah FleetSight bisa betul-betul membantu bisnis mereka,” tuturnya. (TechInAsia)

Leave A Reply

Your email address will not be published.