The news is by your side.

Studi: Pengembangan Vaksin Protein untuk Perlambat Alzheimer

0 2

Para peneliti AS telah mengembangkan vaksin DNA yang berhasil memperlambat penyakit Alzheimer dalam tes terhadap hewan. Vaksin, jika terbukti aman dan efektif dalam uji coba manusia, dapat mengurangi kasus demensia hingga setengahnya.

Tes pada tikus ini menunjukkan bahwa vaksin DNA mengurangi akumulasi kedua jenis protein beracun yang terkait dengan penyakit Alzheimer, yaitu tau dan beta-amyloid, tanpa memicu pembengkakan otak yang parah yang sebelumnya disebabkan oleh perawatan antibodi pada beberapa pasien, para peneliti di University of Texas ( UT) Southwestern Medical Center mengutarakan pada hari Selasa dalam siaran persnya.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal medis Alzheimer’s Research and Therapy, menunjukkan bahwa vaksin tersebut mendorong pengurangan 40 persen beta-amyloid dan hingga 50 persen pengurangan tau, tanpa respon imun yang merugikan.

“Studi ini adalah kulminasi dari satu dekade penelitian yang telah berulang kali menunjukkan bahwa vaksin ini dapat secara efektif dan aman menargetkan pada model hewan apa yang kami pikir dapat menyebabkan penyakit Alzheimer,” kata Dr Roger Rosenberg, penulis utama studi ini.

“Saya percaya kami semakin dekat untuk menguji terapi ini pada manusia” kata Rosenberg, yang juga pendiri direktur Pusat Penyakit Alzheimer di UT Southwestern.

Para peneliti percaya bahwa jika amyloid dan tau memang penyebab penyakit Alzheimer, mencapai pengurangan ini pada manusia bisa memiliki nilai terapeutik yang besar.

“Jika timbulnya penyakit bisa tertunda bahkan lima tahun, itu akan sangat besar untuk pasien dan keluarga mereka,” kata Dr Doris Lambracht-Washington, penulis senior studi tersebut.

“Jumlah kasus demensia bisa turun setengahnya,” tambahnya.

Penyakit Alzheimer adalah penyakit otak degeneratif yang ditandai dengan gejala seperti kesulitan dengan ingatan, bahasa, pemecahan masalah dan keterampilan kognitif lainnya. Kesulitan-kesulitan ini terjadi karena neuron di bagian otak telah rusak dan hancur.

Menurut Asosiasi Alzheimer nirlaba, 5,7 juta orang Amerika hidup dengan penyakit Alzheimer, dan jumlahnya diproyeksikan akan meningkat menjadi hampir 14 juta pada 2050. Ini adalah penyebab kematian keenam di Amerika Serikat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.