The news is by your side.

Studi MIT Menunjukkan Bagaimana Pola Otak Memicu Kebiasaan

36

Washington. Ilmuwan Amerika mengidentifikasi bagaimana pola otak yang bekerja secara unik membantu membentuk kebiasaan rutin seperti menyikat gigi, sebuah aktivitas paket yang terdiri dari tindakan yang lebih kecil yang otaknya telah otomatis selesai.

Sebuah studi yang diterbitkan pada hari Kamis di jurnal Current Biology, menunjukkan bahwa beberapa neuron di otak bertanggung jawab untuk menandai awal dan akhir dari unit perilaku chunked.

Neuroscientists dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menemukan neuron yang terletak di striatum, wilayah otak yang sangat terlibat dalam pembentukan kebiasaan, dipecat pada awal rutinitas belajar, terdiam saat dilakukan, kemudian dipecat lagi setelah rutinitas berakhir.

Pembekuan tugas ini tampaknya penting untuk memulai rutinitas dan kemudian memberi tahu otak begitu selesai, kata Ann Graybiel, seorang Profesor Institut di MIT, dan penulis senior penelitian ini.

Begitu pola ini terbentuk, sangat sulit untuk menghentikan kebiasaan tersebut, kata Graybiel.

Graybiel dan timnya menetapkan untuk menentukan apakah pola penembakan ini dapat digabungkan secara meyakinkan dengan chunking perilaku kebiasaan.

Para peneliti melatih tikus untuk menekan dua tuas dalam urutan tertentu, misalnya 1-2-2 atau 2-1-2. Tikus harus mencari tahu urutan yang benar, dan jika mereka melakukannya, mereka menerima susu coklat. hadiah

Butuh waktu beberapa minggu bagi mereka untuk mempelajari tugas tersebut, dan saat mereka menjadi lebih akurat, para periset melihat pola tembak awal dan akhir yang sama berkembang di striatum.

Karena setiap tikus mempelajari urutan yang berbeda, para periset dapat menyingkirkan kemungkinan bahwa pola sesuai dengan input motor yang dibutuhkan untuk melakukan serangkaian gerakan tertentu.

Ini memberikan bukti kuat bahwa pola penembakan tersebut sesuai secara khusus dengan inisiasi dan penghentian sebuah rutinitas terpelajar, kata periset tersebut.

Para peneliti juga menemukan pola yang berbeda dalam serangkaian neuron penghambat, yang dikenal sebagai interneuron, di striatum.

Interneuron akan diaktifkan pada saat tikus berada di tengah melakukan urutan terpelajar, dan mungkin bisa mencegah neuron utama memulai rutinitas lain sampai saat ini selesai.

Laboratorium Graybiel sekarang menyelidiki lebih jauh bagaimana interaksi antara kedua kelompok neuron ini membantu mengkodekan perilaku kebiasaan di striatum. (Xinhua)

Leave A Reply

Your email address will not be published.