Singapura Terapkan Hukuman untuk Penyebar Foto Pribadi Tanpa Izin dan Hukum Terkait Seksual Lainnya

0 45

Singapura telah melarang “cyber-flashing” – tindakan mengirim gambar tanpa izin atau data pribadi seseorang – dan “balas dendam pornografi”, menjadi aturan resmi negara terbaru yang menindak kejahatan seksual yang dilakukan secara online.

Parlemen Singapura mengesahkan undang-undang pada hari Senin (6/5) yang menjadikan tindakan mendistribusikan atau mengancam untuk mendistribusikan gambar-gambar intim sebagai sebuah kejahatan. Pelaku “balas dendam pornografi” akan dihukum hingga lima tahun penjara, selain denda dan hukuman cambuk.

“Gambar intim dapat dibagikan secara luas dan pada platform, dan mungkin mustahil untuk dihapus sepenuhnya. Mereka berpotensi menyebabkan kerugian besar bagi korban, ” ujar K Shanmugam, menteri hukum dan dalam negeri Singapura.

“Cyber-flashing” akan dihukum hingga satu tahun penjara atau denda. Jika korban dalam gambar lebih muda dari usia 14 tahun, maka ia bisa dihukum hingga dua tahun penjara, denda atau hukuman cambuk.

Perubahan tersebut merupakan bagian dari perombakan besar-besaran terhadap hukum pidana Singapura. Langkah-langkah baru lainnya termasuk melarang perkosaan dalam perkawinan, melarang boneka seks berbentuk anak-anak, dan mendekriminalisasi tindakan bunuh diri.

KUHP Singapura yang berusia hampir 150 tahun diwarisi dari penguasa kolonial Inggris dan terakhir ditinjau sepenuhnya pada tahun 2007.

Balas dendam pornografi, di mana mantan pasangan membagi foto atau video intim tanpa izin pasangannya karena alasan diancam atau bersiteru, telah menjadi masalah global karena peningkatan teknologi dan popularitas media sosial, dengan banyak pemerintah mulai melarang tindakan ini.

Pada hari Senin kemarin, seorang pria asal Perth menjadi orang pertama yang didakwa di bawah undang-undang balas dendam pornografi baru di Australia Barat karena diduga membuat halaman Instagram palsu dengan nama mantan pacarnya, dan berbagi foto intim milik mantannya di akun tersebut.

Pria 24 tahun itu diduga telah memposting foto-foto mantan pacarnya setelah hubungannya dengan dia putus.

Dia dituduh mendistribusikan gambar intim orang lain tanpa persetujuan mereka, di bawah Undang-Undang Amandemen Hukum Pidana (Gambar Intim) 2018 yang mulai berlaku pada 15 April.

Hukum itu mencakup gambar atau video orang yang telanjang sebagian atau seluruhnya; mengenakan pakaian tertentu ; melakukan tindakan tertentu yang bersifat pribadi; atau wajah mereka secara digital dimanipulasi untuk muncul di tubuh lain.

Pelanggaran bisa dihukum penjara hingga 18 bulan saat diadili di pengadilan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.